Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana membatalkan rencana dialog dengan Pemerintah Daerah dan stakeholder pariwisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (10/8/2026) pagi. Widiyanti sebelumnya telah tiba di Labuan Bajo pada Minggu (9/8).
Dialog tersebut dijadwalkan digelar di Puncak Waringin Labuan Bajo mulai pukul 09.30 Wita. Dalam dialog itu, Widiyanti rencananya menyampaikan enam isu strategis kepariwisataan di Labuan Bajo.
Persiapan teknis di lokasi kegiatan telah dilakukan. Sejumlah pegawai Dinas Pariwisata, Satpol PP, dan Prokopim Manggarai Barat terlihat berada di lantai satu lokasi kegiatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, sejumlah pegawai Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) terlihat berada di ruangan lantai dua, tempat dialog tersebut rencananya dilaksanakan. Mereka kemudian terlihat melipat kembali sarung tenun dan mengumpulkan meja-meja setelah dipastikan dialog batal digelar.
Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan (Disparekrafbud) Manggarai Barat Peter A. Rasyid membenarkan dialog dengan Widiyanti batal dilaksanakan. Namun, dia belum mengetahui alasan pembatalan tersebut.
"Batal, saya belum tahu (penyebab dialog itu batal). Kayaknya bisa konfirmasi dengan tim BPOLBF, mereka yang keluarkan undangan," kata Peter.
Informasi yang dihimpun, Widiyanti membatalkan dialog tersebut karena mengikuti rapat secara daring (zoom meeting) dengan Menteri Sekretaris Negara (Setneg).
Seorang pegawai BPOLBF yang ditemui di lokasi kegiatan juga membenarkan pembatalan tersebut.
"Kegiatan batal. Ibu Menteri rapat dengan Setneg melalui zoom," ujar pegawai BPOLBF di lokasi kegiatan.
Seorang pelaku UMKM di Puncak Waringin tampak kecewa dengan pembatalan kedatangan Widiyanti. Pelaku UMKM di sana sebelumnya sudah siap menyambut kedatangan Widiyanti.
"UMKM sudah siap," ujarnya.