Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana melakukan kunjungan kerja ke sejumlah tempat di Labuan Bojo. Termasuk membuka Festival Golo Koe 2026 di Waterfront Marina Labuan Bajo.
Agenda pertama yakni mengunjungi Golo Mori untuk berbincang soal MICE (Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition) dengan InJourney selaku pengelola kawasan.
Selanjutnya, Menpar meninjau kawasan otorita Parapuar yang dikelola oleh Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPO-LBF) untuk memastikan kesiapan dalam menerima investasi Pariwisata di kawasan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Parapuar, Menpar menyampaikan sertifikat bagi UMKM yang memenangkan program Floratama. Program ini bagi UMKM bidang pangan yang dibina untuk menjadi pemasok bahan pangan bagi industri hotel, restoran dan kafe (horeka) di Labuan Bajo.
"Setelah melanjutkan rapat internal dengan BPO-LBF di, Menteri Pariwisata terjdwa; membuka Festival Golo Koe 2026, festival budaya dan religi terbesar di Manggarai Barat yang diadakan di Waterfront Marina Labuan Bajo," kata Juru Bicara Kementerian Pariwisata, Apni Jaya Putra dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).
Sempat adanya kabar Menpar Widiyanti akan berdialog dengan pelaku wisata dan UMKM di Kawasan Puncak Waringin Labuan Bajo. Dalam dialog itu, disebut Widiyanti akan menyampaikan enam isu strategis kepariwisataan di Labuan Bajo.
Namun, belakangan kabarnya dialog tersebut urung digelar. Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan (Disparekrafbud) Manggarai Barat Peter A. Rasyid mengkonfirmasi hal tersebut, namun tidak mengetahui alasan pembatalan dialog.
Apni memastikan Menpar tidak membatalkan agenda tersebut. Ia menegaskan memang tidak ada agenda tersebut dalam jadwal kunjungan Menpar.
"Jadi memang tidak ada jadwal yang tercantum bertemu dengan UMKM di Puncak Waringin," tegas Apni.