Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), direncanakan dibuka Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana, Senin (10/8/2026) sore. Pekan puncak Festival Golo Koe kelima itu dilaksanakan di kawasan Waterfront City Labuan Bajo, 10-15 Agustus 2026.
"Iya (Menpar yang membuka Festival Golo Koe)," kata anggota tim publikasi dan promosi Festival Golo Koe, Romo Heribertus Ratu, Minggu (9/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Heribertus mengatakan Widiyanti dijadwalkan tiba di Labuan Bajo pada Senin (10/8/2026) pagi. Sementara embukaan Festival Golo Koe dijadwalkan mulai pukul 15.30 Wita.
Ketua Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Labuan Bajo ini mengatakan kehadiran Widiyanti pada pembukaan festival tersebut sebagai pengakuan nasional terhadap festival Golo Koe yang masuk 10 besar (Top 10) Kharisma Event Nusantara (KEN).
"Festival Golo Koe 2026 akan dibuka pada 10 Agustus dengan seremoni meriah yang akan menghadirkan Ibu Menteri Pariwisata RI. Kehadiran beliau sekaligus menandai pengakuan nasional atas festival ini sebagai bagian dari TOP 10 Kharisma Event Nusantara," jelas Heribertus.
Festival ini digelar Gereja Katolik Keuskupan Labuan Bajo bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat. Wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo dapat mengunjungi festival yang berlangsung hampir sepekan tersebut. Selama festival berlangsung, pengunjung akan disuguhkan pameran ekonomi kreatif, pentas seni budaya, karnaval hingga prosesi akbar laut dan darat.
"Festival Golo Koe 2026 adalah perayaan iman, budaya, sosial, dan ekologi. Labuan Bajo mengundang seluruh masyarakat untuk hadir, melangkah bersama, dan mengambil bagian dalam gerakan memulihkan bumi," kata Heribertus.
Heribertus mengatakan Festival Golo Koe 2026 mengusung tema "Ziarah Komunal dalam Persekutuan Sinergis untuk Merawat Keutuhan Ciptaan" dengan tagline "Melangkah Bersama, Pulihkan Bumi".
"Festival ini bukan sekadar pesta budaya dan iman, melainkan juga panggilan bersama untuk menjaga kelestarian ciptaan," jelas Heribertus.
Pengunjung dapat menyaksikan sejumlah kegiatan sepanjang puncak festival tersebut. Sejak hari pertama, pengunjung akan disambut dengan pameran UMKM, pentas seni, dan berbagai atraksi budaya yang menampilkan kekayaan lokal.
Namun, Heribertus menegaskan, inti dari festival ini bukan hanya hiburan. Pada 11 Agustus, rangkaian acara akan menekankan komitmen ekologis melalui aksi ekologis di Pantai Binongko. Yakni ibadat ekologi, pembersihan sampah, dan penanaman mangrove.
"Langkah nyata ini menjadi simbol bahwa iman dan budaya berjalan seiring dengan tanggung jawab menjaga bumi," kata Herubertus.
Ia menjelaskan Festival Golo Koe 2026 menempatkan isu lingkungan sebagai inti perayaan. Selain aksi penanaman mangrove, panitia menyiapkan booth (stan) khusus untuk edukasi ekologis di lokasi selama festival berlangsung, pameran dan membatasi penggunaan plastik sekali pakai.
Pada hari-hari berikutnya akan diisi dengan kegiatan sosial-karitatif, karnaval budaya yang meriah, hingga tarian kolosal yang melibatkan ratusan penari dari SMKS Stella Maris Labua Bajo.
Tradisi lokal, terang Heribertus juga mendapat panggung besar melalui Pentas Caci Kolosal dari siswa-siswi SMKS Stella Maris dan SMKN 3 Komodo pada 13 Agustus, memperlihatkan kekuatan budaya Manggarai yang penuh makna.
Puncak spiritualitas festival hadir pada 14 Agustus dengan Prosesi Akbar Maria Asumta Nusantara. Patung Bunda Maria akan diarak dari Gereja Stella Maris menuju Dermaga Biru, kemudian mengikuti prosesi laut hingga tiba di Gua Maria Golo Koe.
"Prosesi ini menjadi simbol perjalanan iman yang menyatukan umat dalam doa dan kebersamaan.
Sebagai penutup, 15 Agustus akan menghadirkan Ekaristi Agung Maria Asumta Nusantara di Waterfront City. Dilanjutkan dengan konser musik yang menghadirkan bintang tamu Alvin Jo, jebolan X-Factor Indonesia musim ke-3.