Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai dirasakan para sopir pikap dan pengemudi ojek yang melayani pendaki Gunung Rinjani. Sulitnya memperoleh BBM di SPBU memaksa mereka membeli bensin eceran Rp 20 ribu per liter.
Salah seorang pengemudi ojek, Hakimin (41), mengaku kesulitan mendapatkan BBM. Menurutnya, stok di SPBU kerap kosong. Walaupun tersedia, antreannya sangat panjang sehingga ia memilih membeli BBM eceran meski harganya jauh lebih mahal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cukup susah sekarang ini, kalau beli ke SPBU jauh. Beli di eceran harganya mahal," kata Hakimin, ditemui detikBali, Rabu (5/8/2026).
Ia berujar sulitnya mendapatkan BBM tersebut sangat berpengaruh terhadap pekerjaanya sehari-hari sebagai pengantar pendaki di Gunung Rinjani. Pendapatanya menipis karena harus membeli BBM eceran dengan harga Rp 20 ribu per liter.
"Dalam sehari, sekali mengantar tamu saja habis satu liter, belum biaya makan, biaya service dan biaya ganti oli itu tiga hari sekali harus kami ganti oli, jadinya kami dapat tipis lah," ujarnya.
Meski beban operasional meningkat, para pengemudi ojek memilih tidak menaikkan tarif. Mereka khawatir wisatawan keberatan jika ongkos ikut naik.
"Kami juga nggak enak pada tamu kalau naikin tarif dengan sulitnya dan harga BBM saat ini. Budgetnya sudah mentok diharga Rp 200 ribu," terangnya.
Keluhan yang sama dikatakan Ketradi, sopir pikap di Gunung Rinjani. Mereka menyampaikan susahnya mengisi BBM di SPBU karena antrean yang panjang.
Mereka juga terpaksa mengisi kendaraan roda empatnya dengan Pertamax eceran. Dalam sehari, mereka harus membeli 10 botol BBM di eceran.
"Sebotol harganya Rp 20 ribu, ini dalam sehari sudah habis. Di SPBU keseringan kosong, kalaupun ada antreanya panjang harus menunggu lama," kata Ketradi.
Sebagai informasi, jasa ojek di Sembalun umumnya mengantar pendaki dari kawasan Kandang Sapi menuju Pos II jalur pendakian Gunung Rinjani. Sementara itu, sopir pick up melayani antar-jemput wisatawan dari penginapan menuju pintu masuk pendakian dan sebaliknya.