detikBali

BBM Langka di Lombok Timur, Antrean Kendaraan hingga 500 Meter Warnai SPBU

Terpopuler Koleksi Pilihan

BBM Langka di Lombok Timur, Antrean Kendaraan hingga 500 Meter Warnai SPBU


Sanusi Ardy W - detikBali

Antrean panjang kendaraan untuk mengisi BBM di SPBU Sekarteja, Lombok Timur, NTB, Senin (3/8/2026) foto (Sanusi Ardi W/detikBali).
Foto: Antrean panjang kendaraan untuk mengisi BBM di SPBU Sekarteja, Lombok Timur, NTB, Senin (3/8/2026) foto (Sanusi Ardi W/detikBali).
Lombok Timur -

Warga Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM). Mereka mengantre berjam-jam di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Pantauan detikBali, Senin (3/8/2026) siang, kendaraan terlihat mengantre untuk mendapatkan giliran mengisi BBM hingga mengular ke badan jalan. Bahkan, antrean mobil mengular hingga 500 meter dari pintu masuk SPBU Sekarteja. Pemandangan tersebut juga terlihat di sejumlah SPBU di Lombok Timur, mulai dari SPBU Lenek, SPBU Rempung, hingga SPBU Sekarteja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah seorang sopir, Multazam (43), mengaku telah mengantre lebih dari satu jam. Ia mengatakan sejumlah SPBU lain yang didatanginya lebih dulu juga kehabisan stok BBM.

"Sudah sejam lebih mengantre di sini, belum tahu berapa lama lagi. Di Pancor kosong, di SPBU lain juga sama saja kosong," ujar Multazam.

ADVERTISEMENT

Menurut Multazam, kondisi tersebut bukan baru terjadi kali ini. Ia menyebut antrean panjang dan keterbatasan pasokan BBM sudah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.

"Semakin parah, kita jadi rakyat kecil kebingungan kalau seperti ini terus. Sudah sering kondisinya seperti ini, bukan hanya hari ini saja," terang Multazam.

Taopik (38), mengatakan hal yang sama. Selain antrean panjang dan pasokan BBM di SPBU, ia juga mengaku kesulitan mendapatkan BBM di pengecer.

"Di pengecer juga kosong. Mau mengisi Pertamax harganya mahal bisa Rp 19 ribu. Itu pun sekarang sudah jarang sekali," katanya.

Taopik mengaku, sulitnya mendapatkan BBM menjadikan pekerjaannya sebagai tukang ojek terganggu. Bahkan, ia mengaku sempat tidak bekerja karena tidak mendapatkan BBM untuk mengisi kendaraannya.

"Sempat kemarin tidak bisa ngojek karena di pengecer tidak ada, walaupun ada tentu harganya mahal," ucap Taopik.



(nor/nor)









Hide Ads
LIVE