Isu 'titip-menitip' siswa dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Mataram kembali jadi sorotan. Banyak orang tua calon siswa membawa nama pejabat daerah, agar anaknya lulus di sekolah favorit. Wali Kota Mataram Mohan Roliskana menanggapi hal tersebut.
"Sekali lagi saya sampaikan, supaya tidak memaksakan mendesak untuk selalu harus sekolah-sekolah tertentu saja (yang diincar)," kata Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana saat diwawancarai, Senin (29/6/2026).
Terkait maraknya sejumlah oknum yang mencoba menggunakan nama pejabat untuk memuluskan jalan masuk siswa, Mohan menegaskan bahwa praktik tersebut tak perlu dilakukan. Sebab, sudah ada jalur resmi yang bisa dimanfaatkan orang tua murid sesuai dengan ketentuan yang ada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mohan menjelaskan bahwa jalur domisili, prestasi, mutasi hingga afirmasi memiliki kesempatan yang sama bagi seluruh siswa. Sehingga para siswa bisa memanfaatkan jalur-jalur tersebut sesuai kompetensi dan kriteria masing-masing.
"Ada proses rekrutmennya, ada proses jenjang prestasi, ada domisili, afirmasi (dan mutasi). Kan itu bisa dimanfaatkan," tegasnya.
Mohan menekankan para orang tua murid bisa mengikuti seluruh tahapan yang sudah ditetapkan pemerintah. Sehingga proses SPMB dapat berjalan tertib, objektif dan transparan.
Sementara itu, sejumlah orang tua calon siswa mengeluhkan banyaknya yang mengaku keluarga pejabat. Hal tersebut dinilai mengganggu ketertiban dalam SPMB.
"Waktu daftar prestasi minggu kemarin, banyak yang ngaku-ngaku keluarganya bapak pejabat A, Ibu pejabat B," kata salah satu orang tua murid kepada detikBali, Senin.
Hal senada juga dituturkan Rosa, orang tua murid lainnya. Ia mengaku ada sejumlah orang tua murid yang ngeyel membawa rekomendasi seorang pejabat di pemerintahan agar anaknya bisa lolos jalur prestasi.
"Ada kok, ada yang klaim dapat rekomendasi pejabat ini, pejabat itu," katanya.
Sebagai informasi, SPMB tingkat sekolah dasar (SD) di Kota Mataram terbagi ke dalam tiga jalur, yakni jalur domisili 50-80 persen, afirmasi 15-20 persen, dan jalut mutasi 5 persen. Pendaftaran jalur afirmasi dan mitasi akan dimulai pada 22-24 Jumi, sementara jalur domisili pada 29 Juni sampai 1 Juli 2026.
Sementara SPMB tingkat sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Mataram terbagi menjadi empat jalur, yakni domisi sebanyak 50 persen, prestasi 25 persen, mutasi 5 persen, dan afirmasi 20 persen. Adapun jalir prestasi menjadi prestasi akademik nilai rapor 12 persen, prestasi nonakademik 8 persen, dan prestasi keagamaan 5 persen.
(hsa/hsa)