Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Timor Tengah Utara (TTU), Veronika Lake, angkat bicara soal kematian dr Eliza Princila Utami Pakaenoni alias Dokter Icha yang bertugas di Rumah Sakit Umum (RSU) Leona. Veronika ikut terseret dalam kasus intimidasi terhadap Dokter Icha.
Veronika memberikan penjelasan terkait dugaan intimidasi terhadap Dokter Icha. Ia menegaskan klarifikasi ini untuk menjelaskan kronologi yang terjadi di RSU Leona, bukan untuk mengurangi rasa hormat kepada almarhumah dan keluarganya.
"Saya,Veronika Lake, dengan penuh kerendahan hati menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atasmeninggalnya DokterIcha. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta penghiburan," ujarVeronika, Minggu (28/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Veronika menjelaskan ia awalnya menghadiri arisan istri-istri anggota DPRD TTU di Kecamatan Insana pada 13 Juni 2026. Saat pulang ke Kefamenanu, Veronika menumpang kendaraan bersama dua anggota DPRD TTU lain dan seorang istri anggota DPRD TTU.
Di tengah jalan, Therensius Lazakar mengajak singgah di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Leona untuk menjenguk keponakannya yang dirawat karena gigitan ular berbisa. Walhasil, Veronika ikut membesuk karena kebetulan ikut pulang bersama rombongan tersebut.
"Kehadiran saya di rumah sakit bukan merupakan kunjungan yang direncanakan sebelumnya," jelas politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.
Setibanya di RSU Leona, tutur Veronika, Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani lebih dahulu masuk ruang perawatan. Sedangkan Veronika masih di depan IGD bersama istri salah satu anggota DPRD TTU.
"Saat masuk, perdebatan antara dua rekan dan seorang dokter disebut sudah berlangsung. Saya kemudian ikut menanyakan bagaimana tindak lanjut penanganan pasien, standar pelayanan, dan kualitas pelayanan," ujar Veronika.
Veronika dalam perdebatan itu sempat mengucapkan 'panggil wartawan saja'. Menurut Veronika, ucapan itu bukan ditujukan kepada Dokter Icha secara pribadi, melainkan untuk manajemen rumah sakit.
"Terkait perkataan panggil wartawan saja. Itu saya maksudkan sebagai usulan kepada salah satu rekan DPRD agar ada liputan eksternal dan investigatif terkait transparansi pelayanan kesehatan, evaluasi, dan perbaikan kualitas pelayanan. Jadi, tidak ditujukan kepada personal atau pribadi," tutur Veronika.
Setelah itu, manajemen RSU Leona dan dokter lain datang memberikan penjelasan sehingga diskusi berlanjut hingga persoalan dapat diselesaikan. Veronika mengeklaim kedua rekannya sesama anggota DPRD TTU saat itu sudah meminta maaf kepada manajemen RS Leona dan Dokter Icha. Veronika juga tidak kembali ke RSU Leona keesokan harinya.
Veronika menghormati seluruh proses hukum yang tengah berjalan di kepolisian. Perempuan itu menegaskan siap untuk memberikan keterangan kepada polisi jika dibutuhkan.
"Sekali lagi, dari lubuk hati yang paling dalam saya menyampaikan turut berdukacita atas meninggalnya Dokter Icha," Veronika.
Diberitakan sebelumnya, Polres TTU telah memeriksa rekan-rekan dr Eliza Princila Utami Pakaenoni alias Dokter Icha yang berada di IGD RSU Leona saat dugaan intimidasi oleh tiga anggota DPRD TTU. Icha diduga depresi berat hingga gantung diri.
Para anggota dewan yang akan diperiksa itu, Veronika Lake dari PDIP, Norbertus Bani dari PKB, dan Thrensius Lazakar dari Golkar. Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote, menegaskan segera memanggil tiga anggota DPRD TTU itu untuk dimintai klarifikasi.
Simak juga Video 'Menkes Soroti Kematian Dokter Internship: Budaya Kerja Harus Diperbaiki':
(hsa/hsa)