detikBali

5 Jemaah Haji NTB Wafat di Tanah Suci karena Radang Paru-Serangan Jantung

Terpopuler Koleksi Pilihan

5 Jemaah Haji NTB Wafat di Tanah Suci karena Radang Paru-Serangan Jantung


Sui Suadnyana, Ahmad Viqi - detikBali

Suasana pelepasan jemaah haji asal NTB di Asrama Haji Embarkasi Lombok.
Foto: Suasana pelepasan jemaah haji asal NTB di Asrama Haji Embarkasi Lombok. (Ahmad Viqi/detikBali)
Mataram -

Sebanyak lima jemaah haji asal Nusa Tenggara Barat (NTB) meninggal di Tanah Suci. Kelima jemaah yang meninggal berasal dari kelompok terbang (kloter) 4, 9, 12, 14, dan kloter 15.

Ketua Tim Kerja IV Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas 1 Mataram, Ferry Wardhana, mengatakan kelima jemaah haji NTB yang wafat di Tanah Suci dikarenakan serangan jantung dan radang paru.

"Tiga meninggal karena radang paru, dua karena serangan jantung," kata Ferry, Jumat (29/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) NTB, Lalu Muhamad Amin, mengatakan jemaah yang meninggal terdiri atas tiga perempuan dan dua laki-laki. Mereka berasal dari Sumbawa Barat, Lombok Timur, dan Lombok Tengah.

ADVERTISEMENT

"Kematian jemaah ini terjadi sebelum pelaksanaan Armuzna (Arafah, Muzdalifah dan Mina) atau puncak ibadah haji di Arafah," terang Amin.

Amin mengungkapkan kematian para jemaah haji ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari usia lanjut, penyakit penyerta, dan kelelahan/efek suhu tinggi di Arab Saudi.

"Jadi, beberapa jemaah yang kondisi menurun diperkirakan mengalami kelelahan berlebih sehingga kesehatan menurun hingga meninggal," terang Amin.

Sejauh ini, jemaah NTB dari kloter 1 hingga kloter 15 dalam kondisi sehat meski sebagian mengalami penurunan kondisi kesehatan akibat kelelahan setelah pelaksanaan puncak ibadah haji. Bahkan, beberapa sedang dalam observasi oleh tim kesehatan di Arab Saudi.

"Saat melempar jumrah beberapa jemaah menunjukkan penurunan kondisi fungsional (kelelahan berlebih). Penurunan sering terjadi setelah aktivitas (kembali ke hotel) sehingga terjadi fisik jemaah drop," ujar Amin.

Guna menjaga kondisi para jemaah, Petugas Haji di Arab Saudi terus melakukan pengawasan baik di lapangan maupun di fasilitas kesehatan (rumah sakit) setempat untuk mencegah kejadian serupa dan memastikan kondisi jemaah tetap stabil.

"Tim kesehatan bertugas mendampingi dan melakukan observasi terhadap kasus-kasus yang menurun kondisinya. Sementara, pelayanan makanan dan dukungan logistik dilaporkan memadai, mendukung penanganan di lapangan," terang Amin.

Sebagai informasi, jumlah jemaah haji NTB 2026 capai 5.862 orang. Namun, ada tiga jemaah yang gagal berangkat karena tidak memenuhi istitha'ah yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi.



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads