detikBali

3 Jemaah Haji NTB Batal ke Tanah Suci, Patah Tulang hingga TBC

Terpopuler Koleksi Pilihan

3 Jemaah Haji NTB Batal ke Tanah Suci, Patah Tulang hingga TBC


Ahmad Viqi - detikBali

Suasana pelepasan jemaah haji asal NTB di Asrama Haji Embarkasi Lombok.
Suasana pelepasan jemaah haji asal NTB di Asrama Haji Embarkasi Lombok. (Foto: Ahmad Viqi/detikBali)
Mataram -

Tiga jemaah haji asal Nusa Tenggara Barat (NTB) batal berangkat ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji 1447 Hijriah. Ketiga jemaah tersebut berasal dari Lombok Tengah, Kabupaten Bima, dan Lombok Timur.

Ketua Tim Kerja IV Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Mataram Ferry Wardhana mengatakan ketiga jemaah yang batal berangkat terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan.

"Yang perempuan ini patah tulang paha, yang kedua laki-laki itu ada mengidap tuberculosis atau TBC, dan demensia berat," ujar Ferry saat dikonfirmasi detikBali, Senin (11/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ferry menjelaskan ketiga jemaah yang batal berangkat ke Tanah Suci telah dipulangkan ke rumah masing-masing untuk menjalani perawatan mandiri. Menurut dia, kondisi ketiga jemaah tersebut seharusnya bisa diantisipasi saat pemeriksaan kesehatan di masing-masing kabupaten.

ADVERTISEMENT

"Ini yang mungkin masih perlu perbaikan untuk ke depannya, untuk jemaah dari Pulau Sumbawa itu harusnya kloter-kloter awal karena kan menempuh perjalanan jauh. Ketika ada yang sakit itu, ada waktu istirahat lebih setiba di Mataram," jelas Ferry.

Khusus jemaah yang mengalami demensia berat asal Bima, Ferry menuturkan semestinya masih bisa diberangkatkan apabila memiliki waktu istirahat lebih lama di Asrama Haji Embarkasi Lombok.

"Tapi, karena waktu pemberangkatan mepet, waktu pengobatan sudah tidak ada," tegas Ferry.

Kesehatan Jemaah Haji NTB Disebut Lebih Baik

Meski ada tiga jemaah yang batal berangkat, Ferry menilai kondisi kesehatan jemaah haji NTB tahun ini secara umum lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut dia, kewaspadaan ketat dari pihak Arab Saudi membuat jumlah jemaah yang mendapat rujukan sebelum keberangkatan meningkat dibandingkan 2025. Namun, angka kematian jemaah saat berada di embarkasi nihil.

"Ya, jumlah rujukan meningkat, cuman angka meninggal jemaah pada saat di embarkasi nihil. Kan tahun kemarin kan dua orang," tegas Ferry.

Seluruh Open Seat Sudah Diganti

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi NTB Lalu Muhammad Amin menegaskan total jemaah dari kloter 1 hingga kloter 15 beserta petugas mencapai 5.862 orang. Seluruhnya disebut telah tiba di Tanah Suci dengan selamat.

"Tiga yang gagal berangkat itu kita sudah ganti semua. Jadi kita sudah lakukan langkah-langkah untuk mengisi open seat yang memang sudah dipastikan tidak berangkat untuk dipenuhi dari masing-masing kloter," ujarnya.

Amin mengatakan tiga jemaah yang gagal berangkat dipastikan tidak memenuhi syarat istithaah yang ditetapkan Arab Saudi. Karena itu, ketiganya harus menunda keberangkatan tahun ini.

"Tidak ada alasan lain karena hanya istithaah-nya. Dan kami pastikan semua jemaah alhamdulillah aman," ujarnya.

Amin juga mengimbau seluruh jemaah haji asal NTB menjaga kesehatan dan stamina hingga pelaksanaan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

"Jadi armuzna ini adalah sangat menentukan untuk haji yang memang menjadi titik penentu bahwa jamaah haji itu telah melaksanakan ibadahnya. Kami himbau kepada seluruh jamaah haji kita yang sudah berangkat untuk benar-benar menjaga kesehatannya dan taat dan patuh kepada aturan-aturan yang berlaku di sana," tandasnya.




(dpw/dpw)










Hide Ads