detikBali
Round Up

Bertaruh Nyawa Mandi di Muara, Pria Tewas Diterkam Buaya

Terpopuler Koleksi Pilihan
Round Up

Bertaruh Nyawa Mandi di Muara, Pria Tewas Diterkam Buaya


Tim detikBali - detikBali

Tim SAR gabungan mencari korban diterkam buaya di Muara Naus, Desa Soliu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kupang, NTT, Minggu (17/5/2026).
Foto:Tim SAR gabungan mencari korban diterkam buaya di Muara Naus, Desa Soliu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kupang, NTT, Minggu (17/5/2026). (Istimewa)
Kupang -

Muara Naus di Desa Soliu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), merupakan salah satu muara berbahaya. Sebab, muara tersebut merupakan habitat buaya. Nekat mandi di sana, nyawa taruhannya.

Terbaru, pria bernama Mindis (28) ditemukan tewas setelah diterkam buaya di Muara Naus. Jasad Mindis ditemukan Minggu (17/5/2026) siang.

"Upaya pencarian intensif akhirnya membuahkan hasil. Korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang, Mexianus Bekabel, kepada detikBali, Minggu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mexianus menjelaskan Mindis ditemukan saat tim SAR menyisir lokasi menggunakan perahu karet dengan luas area pencarian sekitar 500 meter hingga satu kilometer.

ADVERTISEMENT

Setelah ditemukan, jenazahnya lalu dievakuasi dan diserahkan kepada polisi dan keluarga untuk proses selanjutnya. Menurut Mexianus, dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai.

"Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap keberadaan buaya di wilayah perairan sekitar serta menghindari aktivitas di lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan," pungkas Mexianus.

Korban Merupakan ODGJ

Sementara itu, Kepala Desa Soliu Markus Akulas, mengungkapkan Mindis selama ini berdomisili di Dusun 3, Desa Soliu. Namun, bukan merupakan warga asli setempat, tetapi warga setempat sudah menganggapnya sebagai bagian dari mereka.

Selain itu, Mindis diduga merupakan orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) dan tinggal di Desa Soliu sejak 2015. Menurut Markus, saat ditemukan, terdapat sejumlah luka gigitan di bagian pangkal kanan. Kemudian paha kanan patah, kaki kanan ada luka gigitan dan beberapa luka goresan di bagian tangan kanannya.

"Untuk sementara jenazah telah diserahkan ke Ketua RT 06 untuk proses pemakaman. Karena yang bersangkutan adalah ODGJ yang sudah lama sejak tahun 2015 datang ke Soliu, tanpa ada yang mengenalnya. Namun selama ini dia bersama-sama dengan warga," tutur Markus.

Kronologi Diterkam Buaya

Sebelumnya, Mindis dilaporkan hilang diterkam buaya saat mandi di Muara Naus. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kupang, Mexianus Bekabel,mengungkapkan kejadian itu bermula saat Mindis bersama seorang temannya pergi ke lokasi untuk mandi sekitar pukul 08.30 Wita pada Sabtu (16/5). Mindis kemudian melepas pakaian dan berjalan menuju tepi muara.

Tiba-tiba, seekor buaya datang menerkam dan menyeret Mindis ke dalam air. Setelah itu, temannya yang panik sempat berupaya mencari Mindis. Lantaran tak membuahkan hasil, ia kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada sejumlah warga dan diteruskan ke polisi.

Keluarga pun melaporkan peristiwa tersebut kepada SAR Kupang untuk mendapatkan bantuan pencarian. Sebanyak sembilan personel SAR langsung dikerahkan ke lokasi.

Tim SAR tiba di lokasi sekitar pukul 22.25 Wita, setelah menempuh perjalanan sekitar 130 kilometer (km) dengan estimasi waktu tempuh lima jam. Tim SAR juga membawa satu unit perahu karet, mesin tempel 30 PK, peralatan SAR darat, alat komunikasi, peralatan medis, dan perlengkapan pendukung lainnya.

Tim SAR langsung berkoordinasi dengan Polsek Amfoang Utara dan keluarga korban. Setelah itu, tim berjibaku melakukan operasi pencarian bersama personel BPBD Kabupaten Kupang, warga, polisi dan aparat Desa Soliu. Namun, hasilnya masih nihil.

"Mohon dukungannya agar korban secepatnya ditemukan," jelas Mexianus.

Habitat Buaya

Sebagai informasi, Muara Naus merupakan habitat buaya. Pada 2018, seorang bocah SD juga sempat diterkam buaya di lokasi tersebut. Hingga kini, keberadaan bocah itu belum ditemukan.

Teror buaya hingga memangsa ternak milik warga juga sering terjadi sejak beberapa tahun terakhir ini. Pada Desember 2022, seekor buaya raksasa berhasil ditangkap warga seusai memangsa ternak sapi mereka.




(hsa/nor)











Hide Ads
LIVE