detikBali

DPRD Pastikan Kebutuhan 19 Anak Panti Terpenuhi Usai Kebakaran

Terpopuler Koleksi Pilihan

DPRD Pastikan Kebutuhan 19 Anak Panti Terpenuhi Usai Kebakaran


Simon Selly - detikBali

Petugas memadamkan api di Panti Asuhan  Holy Angel Katolik, Rabu (13/5/2026).
Foto: Petugas memadamkan api di Panti Asuhan Holy Angel Katolik, Rabu (13/5/2026). (Dok. Simon Selly/detikBali)
Kupang -

Anggota DPRD NTT Fernando Soares dan Ketua DPRD Kota Kupang Richard Odja mengunjungi Panti Asuhan Guardian Holy Angel Katolik di Kelurahan Naikoten I, Kota Kupang, yang terbakar, Rabu (13/5/2026). Mereka memastikan penanganan berjalan baik dan kebutuhan anak-anak panti terpenuhi.

Diketahui, kebakaran yang melahap nyaris seluruh bangunan panti asuhan itu terjadi sekitar pukul 13.00 Wita, Rabu. Fernando dan Richard bertemu langsung penanggung jawab panti, Suster Marisa Da Costa, serta berkoordinasi dengan masyarakat Kelurahan Naikoten I, untuk proses evakuasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kehadiran kami di sini sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak panti dan para pengurus," ujar Fernando.

Dia bersyukur meski bangunan panti asuhan ludes terbakar, semua anak hingga pengelola panti selamat dan tidak ada korban jiwa.

ADVERTISEMENT

"Kami juga membangun komunikasi dengan Dinsos Kota Kupang dan Pemerintah Provinsi NTT. Langkah ini dilakukan agar penanganan dampak kebakaran bisa dilakukan cepat, agar malam mereka bisa beristirahat dengan baik," ujarnya.

Ia berharap, pemerintah bersama masyarakat untuk bergotong royong membantu pemulihan fasilitas panti agar aktivitas pengasuhan anak-anak dapat kembali berjalan normal.

Kebakaran Panti Asuhan Guardian Holy Angel Katolik diduga dipicu korsleting listrik. Saksi mata Steven Pello (51), warga RT 09/RW 04 Kelurahan Naikoten I, mengatakan api pertama kali muncul dari meteran listrik. Kobaran api kemudian menjalar hingga ke kamar paling depan panti asuhan.

"Dugaan arus listrik. Tiba-tiba ada kasur terbakar dari kamar paling depan," kata Steven.

Ia menyebut hampir seluruh barang di dalam panti asuhan terbakar. "Barang kurang lebih semua terbakar," ujarnya.

Steven menjelaskan saat kejadian dirinya bersama warga lain tengah mengikuti prosesi ibadah pemakaman salah seorang warga di sekitar lokasi.

"Kami sementara hadiri doa untuk pemakanan yang di belakang panti ini, tiba-tiba ada teriakan kebakaran, beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini," jelasnya.

Panti asuhan itu diketahui didiami oleh 19 anak panti yang terdiri 10 pria dan 9 wanita serta 4 orang suster yang bertanggungjawab kepada anak panti.




(hsa/hsa)










Hide Ads