Kobaran api melahap Panti Asuhan Guardian Holy Angel Katolik di Kelurahan Naikoten I, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (13/5/2026). Di tengah kepanikan itu, Suster Marisa Da Costa nekat menerobos demi menyelamatkan seorang bayi berusia 5 bulan.
"Saya mau cari anak kecil, mereka sudah tersebar saya ambil anak bayi itu lari keluar, tapi api sudah menyala tutup. Saya tidak tahu api itu dari mana," ujar Marisa Da Costa.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 14.30 Wita saat anak-anak penghuni panti baru pulang sekolah. Saat api mulai membesar, Marisa mengaku sedang sendirian di panti dan tidak tidur sehingga bisa langsung menyelamatkan anak-anak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sendiri saat kejadian, karena saya suster sendiri makanya saya tidak tidur. Kalau saya tidur saya tidak tau kejadiannya seperti apa lagi," katanya.
Marisa mengatakan panti tersebut dihuni 19 anak dan empat suster, terdiri dari 10 anak laki-laki dan 9 anak perempuan. Warga sekitar bersama tim pemadam kebakaran kemudian membantu proses evakuasi seluruh penghuni panti.
"Puji Tuhan semua anak-anak selamat. Banyak masyarakat yang bantu juga sehingga anak-anak selamat," ucapnya.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran menghanguskan seluruh isi panti. Dokumen penting seperti sertifikat tanah, ijazah, tiga laptop, hingga 24 lemari ikut ludes terbakar.
"Semua kosong surat-surat kosong habis. Yang tersisa saat ini pada kami hanya pakaian di badan," kata Suster Marisa.
Dalam peristiwa itu, Marisa juga sempat pingsan. Saat menyelamatkan diri sambil menggendong balita tersebut, ia bahkan tidak sempat memakai alas kaki.
(dpw/dpw)










































