Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mengecek kesehatan jemaah haji asal Nusa Tenggara Barat (NTB) sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci. Pengecekan itu dilakukan untuk memastikan istithaah (kemampuan) para jemaah untuk melaksanakan ibadah haji 1447 Hijriah. Irfan juga mencicipi menu makanan untuk jemaah, salah satunya sambal udang.
"Kalau tidak layak terbang dan dinyatakan tidak laik, saya dukung untuk tidak diberangkatkan," ujar Irfan saat meninjau pelaksanaan ibadah haji di Asrama Haji Embarkasi Lombok di Mataram, Jumat petang (8/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya meninjau fasilitas dan pelayanan cek kesehatan jemaah, Irfan juga mengecek konsumsi yang disiapkan ke jemaah. Ia mencicipi sejumlah menu makanan, mulai dari makanan ringan hingga lauk pauk yang disediakan dapur embarkasi.
Salah satu menu yang menarik perhatiannya adalah sambal udang yang disajikan untuk jemaah. Setelah mencicipinya, Gus Irfan menilai rasa sambal tersebut cukup pedas.
"Ini pedas ya, apa tidak apa-apa bagi jemaah?" katanya sambil tersenyum kepada petugas konsumsi.
Terpisah, Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas 1 Mataram Herman Nugraha mengatakan total jemaah haji asal NTB yang masuk Asrama Haji Embarkasi Lombok dari Kloter 1 hingga Kloter 13 mencapai 5.124 orang.
Dari data tersebut, Nugraha berujar, ada 20 jemaah haji sempat dirawat di RSUD NTB. Dari 20 jemaah itu, 9 telah diberangkatkan dengan mengganti seat (kursi) pada kloter lain, 7 masih menunggu seat berikutnya, 1 masih dalam perawatan dan 2 dipastikan batal berangkat.
"Kedua jemaah itu satu alami patah kaki dan satu lagi menderita tuberculosis atau TBC," ujar Nugraha.
Nugraha mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan ada 10 jenis penyakit yang diderita 5.102 jemaah yang tiba di Tanah Suci, antara lain:
1. Hipertensi Esensial (Primer) 1.780 orang
2. Hiperlipidemia (Kolesterol Tinggi Tidak Spesifik) 660
3. Diabetes Melitus Tipe 2 sebanyak 619
4. Kardiomegali (Pembengkakan Jantung) sebanyak 525
5. Hiperkolesterolemia Murni sebanyak 397
6. Penyakit Jantung Hipertensi sebanyak 250
7 Diabetes Melitus Tipe 2 (Tanpa Komplikasi) sebanyak 245
8. Gangguan Metabolisme Lipoprotein sebanyak 192
9. Hipergliseridemia Murni sebanyak 157
10 Infeksi Saluran Kemih (ISK) sebanyak 147.
(hsa/hsa)










































