detikBali

Undana Tunggu Arahan Kemendiktisaintek Soal SPPG dan MBG

Terpopuler Koleksi Pilihan

Undana Tunggu Arahan Kemendiktisaintek Soal SPPG dan MBG


Simon Selly - detikBali

Rektor Undana Kupang Jefri Bale.
Rektor Undana Kupang Jefri Bale. (Foto: Simon Selly/detikBali)
Kupang -

Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jefri Bale, menyatakan kampusnya masih menunggu arahan resmi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) terkait peran dalam program prioritas nasional, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG).

Jefri mengatakan Undana pada prinsipnya siap jika diminta mendirikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun, menurutnya, langkah tersebut harus melalui mekanisme yang jelas, terutama arahan dari Kemendiktisaintek.

"Kami tentu menunggu arahan dari Kemendiktisaintek yang disampaikan Pak Menteri di media itu kan kita lebih kepada fungsi teaching factory," kata Jefri, Rabu (6/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menuturkan, apabila diberi kesempatan, kampus akan fokus pada penguatan penerapan riset untuk mendukung program prioritas nasional, termasuk MBG.

ADVERTISEMENT

"Jadi kalau kampus itu diberikan kesempatan menang penguatan lebih kepada penerapan-penerapan riset untuk mendukung program-program prioritas nasional termasuk MBG," ujarnya.

Jefri berharap model yang dikembangkan kampus nantinya dapat menjadi contoh pengelolaan dapur MBG di Indonesia, khususnya di NTT.

"Sehingga nanti modelnya itu bisa menjadi contoh, bagi pengolahan dapur atau MBG yang ada di Indonesia, terlebih khusus di NTT," kata dia.

Meski demikian, ia menegaskan hingga saat ini belum ada arahan formal dari Kemendiktisaintek. Wacana tersebut, kata dia, baru sebatas disampaikan untuk dipertimbangkan.

"Secara formal belum ada, tapi ini sudah disampaikan untuk dipikirkan dan kalau tidak salah sudah di launching di Unhas kalau tidak salah," ungkapnya.

"Kami menunggu arahan dari Kemendiktisaintek kebijakannya seperti apa," tambah Jefri.

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengatakan kampus dapat mempertimbangkan memiliki minimal satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mendukung peningkatan gizi nasional.

"Saya kira kampus perlu memahami ini, karena ini peluang besar. Minimal punya satu SPPG dulu, dan kalau bisa pasokannya berasal dari sivitas akademika sendiri," ujar Dadan, Kamis (30/5/2026).

Ia menyebut sejumlah kampus di Indonesia telah memiliki SPPG, seperti Universitas Hasanuddin (Unhas), IPB University, serta beberapa perguruan tinggi swasta.

"Di IPB sudah ada, di beberapa perguruan tinggi swasta sudah ada, tapi yang pertama di PTN di Indonesia Timur, Unhas selalu leading dalam hal tersebut dan saya ucapkan selamat," kata Dadan.




(dpw/dpw)










Hide Ads