detikBali

BGN Ingatkan Mitra MBG agar Tak Ambil Untung Berlebihan

Terpopuler Koleksi Pilihan

BGN Ingatkan Mitra MBG agar Tak Ambil Untung Berlebihan


Sui Suadnyana, Nathea Citra - detikBali

Fungsional Perencana Deputi Promosi dan Kerja Sama BGN, Widiawati, saat diwawancarai di Kantor Dinkes Mataram, Rabu (29/4/2026). (Nathea Citra/detikBali)
Foto: Fungsional Perencana Deputi Promosi dan Kerja Sama BGN, Widiawati, saat diwawancarai di Kantor Dinkes Mataram, Rabu (29/4/2026). (Nathea Citra/detikBali)
Mataram -

Badan Gizi Nasional (BGN) mengingatkan mitra satuan pelaksana pelayanan gizi (SPPG) di Mataram agar tidak mengambil keuntungan berlebihan dalam penyediaan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN juga menekankan agar SPPG di Mataram tak menurunkan kualitas makanan demi menekan biaya.

"Jangan sampai ini dijadikan sarana untuk mengambil keuntungan secara tidak wajar," pinta Fungsional Perencana Deputi Promosi dan Kerja Sama BGN, Widiawati, di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Mataram, Rabu (29/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tetap harus rasional yang berlaku secara wajar. Jangan sampai ada yang mengambil keuntungan secara pribadi, apalagi sampai besar, laporkan saja karena nanti akan berdampak pada penyajian makanan," sambung Widia.

Widia menekankan agar SPPG di Mataram tidak lupa dengan tujuan awal program MBG, yaitu menciptakan generasi yang berkualitas. Program ini, klaim Widia, memiliki efek pengganda, di antaranya untuk pemberdayaan ekonomi.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, Widia juga berbicara soal sejumlah SPPG di Mataram yang disuspensi BGN. Widia meminta agar SPPG tersebut segera melengkapi persyaratan, salah satunya soal standar instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

"Harus ada komitmen untuk perbaikan-perbaikannya. Apakah ada perbaikan atau tidak. Karena kalau tidak ada perbaikan mungkin nggak akan diizinkan untuk operasional lagi," jelas Widia.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak tujuh SPPG di Mataram belum beroperasi sesuai disuspensi BGN. Ketujuh dapur MBG itu belum memenuhi standar IPAL.

"Tujuh yang masih tutup. Itu terkait IPAL dan SLHS. Nanti dari pengurus akan tetap mengingatkan agar segera memperbaiki. Seluruh SPPG wajib hukumnya memperbaiki IPAL sehingga nantinya sesuai standar dan keamanan lingkungan," kata Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Mataram, Isnan, saat diwawancarai.

BGN sebelumnya mensuspensi 15 SPPG di Mataram. Isnan mengungkapkan, seusai belasan SPPG disuspensi beberapa waktu lalu, puluhan sekolah di Mataram tidak lagi mendapatkan menu MBG.

"Semoga semuanya bisa segera memperbaiki. Yang disuspensi kemarin ada yang sudah memperbaiki sehingga sudah siap operasional. Yang belum dicabut itu yang belum selesai," ucap Isnan.




(hsa/hsa)










Hide Ads