Teriakan 'kebakaran' memecah keheningan di Desa Tekaiku, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), tadi malam, sekitar pukul 22.00 Wita. Saat warga berlarian menuju sumber api, satu rumah bambu sudah dilalap si jago merah. Di dalamnya, seorang lansia berinisial TS (95) tak sempat menyelamatkan diri.
Kasi Humas Polres Sikka, Ipda Leonardus Tunga, mengatakan rumah milik TS berukuran 4 x 6 meter itu hangus terbakar. Korban diketahui sedang mengalami sakit strok dan tidak bisa berjalan.
Leonardus menjelaskan, TS tinggal bersama anaknya, EY, dan suaminya. Setiap malam, mereka biasa makan bersama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum kejadian, mereka sempat makan malam bersama. Setelah itu, TS langsung tidur di kamarnya. Sementara EY dan suaminya pulang ke rumah mereka yang baru dibangun sekitar 100 meter dari rumah TS.
"Saat itu kami hendak tidur saya mendengar teriakan dari AP (warga) kemudian saya lari keluar rumah dan mendengar teriakan ada kebakaran," kata Leonardus menirukan kisah EY, Jumat (24/4/2026).
Mendengar teriakan tersebut, EY bersama warga langsung berlari menuju rumah TS. Namun saat tiba, kobaran api sudah membesar dan melahap hampir seluruh bangunan.
"Warga sekitar berusaha menyelamatkan korban yang ada di dalam rumah memadamkan api dengan alat seadanya namun api terlalu besar dan kami melihat korban sudah terbakar hangus (meninggal dunia)," imbuhnya.
Warga kemudian bergotong royong memadamkan api secara manual hingga api perlahan berhasil dipadamkan. Polisi yang menerima laporan langsung terjun ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Adapun barang-barang yang ikut terbakar yakni lemari beserta isi sarung dan pakaian, perabot dapur yang diperkirakan kerugian materil sekitar Rp 30 juta," tandasnya.
(dpw/dpw)










































