detikBali

AS Sikat Kapal Majestic X, Diduga Selundupkan Minyak Iran

Terpopuler Koleksi Pilihan

AS Sikat Kapal Majestic X, Diduga Selundupkan Minyak Iran


Novi Christiastuti - detikBali

FILE PHOTO: Luojiashan tanker sits anchored in Muscat, as Iran vows to close the Strait of Hormuz, amid the U.S.-Israeli conflict with Iran, in Muscat, Oman, March 7, 2026. REUTERS/Benoit Tessier/File Photo
Ilustrasi. (Foto: REUTERS/Benoit Tessier)
Denpasar -

Pasukan militer Amerika Serikat (AS) bergerak menyita kapal tanker Majestic X di Samudra Hindia, yang diduga kuat menjadi bagian dari jaringan penyelundupan minyak Iran. Kapal yang disebut stateless atau tanpa status negara itu dicegat dan digeledah hanya sehari setelah ketegangan memanas akibat aksi Iran di Selat Hormuz.

Pentagon atau Departemen Pertahanan AS, seperti dilansir Anadolu Agency dan Associated Press, Jumat (24/4/2026), merilis rekaman video yang menunjukkan pasukan militer AS berada di dek kapal Majestic X saat operasi pencegatan berlangsung di Samudra Hindia.

"Semalam, pasukan AS melakukan pencegahan maritim dan penggeledahan berdasarkan hak kunjungan terhadap kapal stateless yang dikenai sanksi, M/T Majestic X," demikian pernyataan Pentagon via media sosial X pada Kamis (23/4).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami akan melanjutkan penegakan hukum maritim global untuk mengganggu jaringan ilegal dan mencegat kapal-kapal yang memberikan dukung material kepada Iran, di mana pun mereka beroperasi," tegas Pentagon.

ADVERTISEMENT

Operasi tersebut dilakukan di wilayah tanggung jawab INDOPACOM, atau Komando Indo-Pasifik Amerika Serikat.

Data pelacakan menunjukkan Majestic X berada di perairan Samudra Hindia, tepatnya di antara Sri Lanka dan Indonesia. Lokasi ini diperkirakan sama dengan titik penyitaan kapal tanker Tifani oleh pasukan AS sebelumnya. Kapal itu diketahui berlayar menuju Zhoushan, China.

Pentagon menegaskan perairan internasional tidak akan menjadi "tameng" bagi pihak-pihak yang dikenai sanksi.

Penyitaan Majestic X terjadi sehari setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyerang tiga kapal kargo di Selat Hormuz dan mengambil alih dua di antaranya.

Iran belum memberikan komentar terkait insiden tersebut.

Platform pelacakan kapal Tanker Trackers melaporkan kapal yang sebelumnya bernama Phonix itu telah memfasilitasi ekspor 20 juta barel minyak Iran sejak 2023. Kapal tersebut dikenai sanksi oleh Departemen Keuangan AS pada 2024 karena menyelundupkan minyak mentah Iran.

Meskipun mengibarkan bendera Guyana, Tanker Trackers menyebut penggunaan bendera itu dilakukan tanpa izin negara tersebut.



(dpw/dpw)









Hide Ads
LIVE