Penyebab meninggalnya seorang dosen bernama Mawardin (35) di BTN Nggaro Te, Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), terungkap. Mawardin meninggal diduga karena sakit.
"Hasil penyelidikan, tidak ada indikasi kekerasan yang ditemukan pada tubuh korban," kata Kapolsek Asakota Iptu Mirafuddin dikonfirmasi detikBali, Rabu (15/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mirafuddin menyebut Mawardin sering sakit-sakitan sebelum ditemukan tak bernyawa. Di tempat tinggalnya, di Blok C BTN Nggaro Te, ia tinggal sendirian.
"Korban masih lajang dan diduga meninggal beberapa hari yang lalu. Sudah sekitar 4-5 hari," akun dia.
Selain itu, pihak keluarga korban juga menolak untuk autopsi jenazah. Hal itu ditandai dengan menandatangani surat pernyataan resmi di atas materai Rp 10.000.
"Tadi malam langsung dimakamkan oleh pihak keluarga setelah menolak autopsi jenazah. Korban dimakamkan di TPU Desa Tolowata, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, warga digegerkan dengan penemuan mayat seorang pria di BTN Nggaro Te, Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, Kota Bima, NTB. Pria bernama Mawardin (35) itu diketahui merupakan dosen salah satu kampus swasta di Bima.
"Ditemukan sekitar pukul 18.30 Wita tadi," ujar Lurah Ule, Badin, kepada dikonfirmasi detikBali, Selasa (14/4/2026) malam.
Menurut tetangga, Mawardin berasal dari Desa Tolowata, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima. Dosen muda itu diperkirakan sudah meninggal sejak empat hari lalu.
"Diduga korban meninggal dunia empat hari yang lalu. Karena selama itu, korban tidak terlihat keluar dari rumahnya," imbuh Badin.
(nor/nor)










































