Abul Chair resmi menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Nusa Tenggara Barat (NTB) dan langsung menyoroti tantangan berat yang menanti, terutama menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan fiskal.
Pelantikan Abul dilakukan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Kamis (9/4/2026), berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 29/TPA Tahun 2026 tanggal 17 Maret 2026.
"Pelantikan hari ini sudah disetujui oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto," kata Iqbal didampingi Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri dan Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iqbal menyebut pelantikan ini untuk mengisi posisi Sekda definitif yang sebelumnya dijabat pelaksana tugas hingga pelaksana harian oleh Lalu Moh. Faozal dan Budi Herman. Ia berharap Abul dapat menjalankan peran sebagai pembina birokrasi di Pemprov NTB.
Sementara itu, Abul menegaskan tantangan ke depan tidak ringan, terutama terkait tekanan fiskal, layanan dasar, dan tata kelola pemerintahan.
"Tantangan kita ke depan, tidak ringan. Tantangan kita ke depan, bagaimana menjaga pertumbuhan di tengah tekanan fiskal, layanan dasar, dan kemudian risiko tata kelola. Itu yang terpenting," kata Abul.
Ia menekankan penguatan tata kelola birokrasi harus berjalan seiring dengan upaya menjaga pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, target NTB Makmur Mendunia tidak bisa dicapai secara parsial.
"Tidak boleh kerja sendirian. Jangan bercerai-bercerai. Ayo kita bersatu. Dan saya dilantik, bukan menjadi milik NTB, tapi dilantik untuk memiliki NTB," ujarnya.
Konsolidasi dan Sinergi
Abul menyebut langkah awalnya adalah melakukan konsolidasi internal dan pemetaan di kalangan organisasi perangkat daerah (OPD).
"Saya akan berusaha juga memetakan dulu lebih kurangnya, di mana dan lain sebagainya, dan kemudian kita tentukan langkahnya," katanya.
Sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), ia juga menegaskan pentingnya menjaga sinergi dengan legislatif serta memastikan kebijakan gubernur diterjemahkan secara cepat dan terukur oleh OPD.
"Kita pastikan bahwa kebijakan gubernur sudah diterjemahkan secara cepat, tepat, dan terukur oleh masing-masing. Dan itu yang menjadi kerjaan kita terus-menerus," katanya.
Abul juga mengajak seluruh pihak mendukung visi NTB Makmur Mendunia dengan memperkuat kolaborasi lintas sektor.
"Jadi setiap individu di NTB ini kemudian punya kewajiban untuk itu. Pak Gubernur ingin orang yang komit, loyal, dan militan. Jadi saya tadi menggarisbawahi untuk membangun dan kemudian loyal kepada pimpinan, kepada NKRI, dan kepada NTB," tandas Abul.
(dpw/dpw)










































