Program bedah rumah di Nusa Tenggara Timur (NTT) melonjak drastis. Dari 436 unit pada 2025, jumlahnya ditargetkan menjadi 5 ribu rumah pada 2026.
Lonjakan itu terungkap dalam pertemuan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP) Maruarar Sirait, Kamis (2/4).
Laka Lena menjelaskan, pertemuan tersebut membahas percepatan pembangunan perumahan dan kawasan permukiman di NTT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertemuan dilangsungkan atas undangan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman kepada gubernur NTT dan bupati se-NTT untuk membahas berbagai program di kementerian," ujar Laka Lena dalam siaran pers yang diterima detikBali, Jumat (3/4/2026).
Salah satu yang dibahas, kata dia, terkait program bedah rumah yang akan meningkat signifikan pada 2026.
"Dalam diskusi ini, membahas soal program pembangunan tentang permukiman di daerah antara lain, bedah rumah dari 436 di tahun 2025, menjadi 5.000 di tahun 2026. Dengan kenaikan 12 kali lipat atau sebesar 1.200 persen terbagi di 22 kabupaten/kota," jelas Laka Lena.
Selain program bedah rumah, pembahasan juga mencakup Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan.
"KUR Perumahan, ini merupakan gagasan Presiden Pak Prabowo yang dieksekusi oleh Menteri PKP antara lain subsidi bunga 5 persen dan tenor pembayaran 30 tahun," tambahnya.
Menurut dia, program tersebut dinilai mempermudah masyarakat untuk memiliki rumah.
"Misalnya ASN yang bergolongan rendah seperti TNI, Polri, guru, nelayan, pengusaha UMKM, petani dan UMKM," katanya.
Laka Lena menilai pembenahan kawasan kumuh turut berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin.
Untuk membantu masyarakat miskin, selain bantuan bedah rumah juga diperlukan pemberdayaan ekonomi melalui Permodalan Nasional Madani (PNM).
"Pemerintah Provinsi NTT dan masyarakat, mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pak Presiden, karena sudah memperhatikan masyarakat miskin di NTT," tukas Laka Lena.
Menurut dia, dalam pertemuan itu juga dibahas rencana kunjungan kerja Menteri PKP ke NTT guna memadukan program strategis nasional dengan daerah.
Dalam pertemuan itu, selain Laka Lena, juga hadir Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Falentinus Delasalle Kebo, Bupati Sabu Raijua Krisman Riwu Kore, Kadis PUPR NTT Benyamin Nahak, dan Kepala Badan Penghubung Provinsi NTT di Jakarta Florida Taty Setyawat.
(dpw/dpw)










































