detikBali

DPR RI Soroti Manifes KMP Putri Yasmin, 114 Terdata-212 Dievakuasi

Terpopuler Koleksi Pilihan

DPR RI Soroti Manifes KMP Putri Yasmin, 114 Terdata-212 Dievakuasi


Ahmad Viqi - detikBali

KMP Putri Yasmin. (Dok. maritimeoptima.com)
KMP Putri Yasmin. (Foto: Brian Crocker 2013)
Mataram -

Data manifes KMP Putri Yasmin menjadi sorotan DPR RI setelah jumlah penumpang yang dievakuasi jauh melebihi data resmi. Kapal yang terbakar di perairan Sekotong, Lombok Barat, itu tercatat membawa 114 penumpang, tetapi jumlah yang dievakuasi mencapai 212 orang.

Anggota Komisi V DPR RI Abdul Hadi mengatakan perbedaan data tersebut harus menjadi catatan serius pemerintah. Menurutnya, simpang siur jumlah penumpang dapat memicu kepanikan keluarga yang masih mencari keberadaan anggota keluarganya.

"Data ini harus dikaji terus. Upaya utama kita adalah memperkecil jumlah korban jiwa. Kami mendesak seluruh jajaran untuk bergerak semaksimal mungkin menyisir seluruh korban yang masih diduga kuat hilang," tegas Abdul Hadi saat berkunjung ke Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Kamis (13/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Abdul Hadi juga menyoroti kesiapan alat pemadam kebakaran dan kompetensi kru kapal. Menurut politikus PKS NTB itu, keselamatan pelayaran tak cukup hanya dengan memastikan mesin kapal berfungsi.

ADVERTISEMENT

"Peralatan pemadam kebakaran atau teknologi yang lebih canggih wajib ada di setiap kapal. Lebih dari itu, krunya harus paham cara memadamkan api! Jangan sampai cuma tahunya nyelam atau menjalankan kapal saja, tapi begitu bencana kebakaran terjadi malah bingung. Ini harus dilatih berkala, apalagi kalau ada kru baru," cetusnya.

Terkait penyebab kebakaran KMP Putri Yasmi, Abdul Hadi menyerahkan investigasi teknis kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Namun, dia meminta pemeriksaan muatan diperketat di pelabuhan.

"Kapal laik itu bukan cuma krunya, tapi apa yang masuk ke dalamnya. Harus ada prosedur screening barang dan kendaraan penumpang yang ketat agar risiko seperti ini bisa diantisipasi," tambahnya.

DPR juga akan mengevaluasi kelayakan kapal-kapal tua yang melayani jalur penyeberangan NTB-Bali dalam agenda Komisi V DPR RI pekan depan.

"Termasuk kapal-kapal tua, kita akan cek kelayakannya. Jangan sampai kita pakai kapal bekas yang bocor dan berisiko tinggi. Kalau sudah tidak layak, lebih baik kita tinggalkan demi keselamatan rakyat," pungkas Abdul Hadi.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan Kementerian Perhubungan akan mengevaluasi perbedaan data manifes KMP Putri Yasmin dengan jumlah penumpang yang dievakuasi.

Dudy menyebut manifes awal mencatat 114 penumpang, di luar kru kapal.

"Jadi laporan manifes awal itu adalah 114 penumpang belum ditambah kru," kata Dudy di Pelabuhan Lembar, Rabu (12/8/2026).

Hingga saat ini, total korban yang telah dievakuasi mencapai 212 orang. Lima korban lainnya dilaporkan masih hilang.



(dpw/dpw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads