detikBali

KMP Putri Yasmin Terbakar, Penyeberangan Padangbai-Lembar Tetap Normal

Terpopuler Koleksi Pilihan

KMP Putri Yasmin Terbakar, Penyeberangan Padangbai-Lembar Tetap Normal


I Wayan Selamat Juniasa - detikBali

Suasana penyeberangan di Pelabuhan Padangbai usai terbakarnya KMP Putri Yasmin, Kamis (13/8/2026).
Suasana penyeberangan di Pelabuhan Padangbai usai terbakarnya KMP Putri Yasmin, Kamis (13/8/2026). (Foto: I Wayan Selamat Juniasa/detikBali)
Karangasem -

Kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok tak membuat penyeberangan Padangbai-Lembar terganggu. Sehari setelah insiden, aktivitas penyeberangan dari Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), masih berjalan normal.

Plt Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Padangbai Heri Wijayanto mengatakan tidak ada penundaan kapal pasca insiden KMP Putri Yasmin terbakar pada Rabu (12/8/2026) pagi.

"Masih normal seperti biasa tidak ada penundaan," kata Wijayanto saat ditemui pada Kamis (13/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jumlah penumpang yang menyeberang juga masih normal. Trip kapal menuju Pelabuhan Lembar disebut tetap sama seperti sebelum insiden kebakaran KMP Putri Yasmin.

ADVERTISEMENT

"Penumpang masih normal rata-rata 1.200-1.300 orang per harinya hingga kemarin," ucap Wijayanto.

Berdasarkan pantauan, sejumlah kendaraan mulai dari sepeda motor, mobil, hingga truk besar terlihat antre menunggu kapal yang sandar. Para penumpang juga mengaku tidak khawatir menyeberang meski sehari sebelumnya terjadi kebakaran kapal di Selat Lombok.

"Saya ada keperluan ke Lombok, jadi harus pulang hari ini. Prasaan saya biasa aja, yang penting ingat berdoa saja sebelum berangkat," ucap Helmi, salah seorang penumpang.

Di tengah aktivitas penyeberangan yang tetap normal, pencarian terhadap penumpang KMP Putri Yasmin yang belum ditemukan masih dilakukan. Wijayanto mengatakan tim SAR gabungan masih mencari penumpang berdasarkan laporan dari keluarganya.

Pihaknya berharap seluruh penumpang yang belum ditemukan segera dapat ditemukan.

Sementara itu, terkait manifes yang berbeda dengan jumlah penumpang yang dievakuasi, KSOP Padangbai mengaku belum fokus pada persoalan tersebut. Saat ini, fokus utama adalah pencarian penumpang yang belum ditemukan.

Namun, persoalan manifes tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi.

"Kami masih fokus pencairan, terkait lainnya kami pasti akan jadi bahan evaluasi untuk kami," ujar Wijayanto.



(dpw/dpw)









Hide Ads