Penyelenggaraan MotoGP di Sirkuit Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), selama tiga musim 2022-2024 mengalami kerugian sebesar Rp 347 miliar. Angka kerugian ini berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Direktur Operasi ITDC Troy Reza Warokka merespons hasil pemeriksaan BPK terhadap event MotoGP Mandalika tersebut. Menurutnya, temuan BPK tersebut merupakan bagian dari mekanisme pengawasan rutin terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sampaikan bahwa MotoGP itu di-support oleh pemerintah. Kami harus sampaikan bahwa memang saat ini MotoGP cukup aktif menjadi kontributor pembiayaan negara," ujar Troy saat konferensi pers virtual, Rabu (1/4/2026).
Sebagai bagian dari BUMN, Troy berujar, ITDC berkewajiban melakukan pengembangan kawasan dan melengkapi properti di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Ia menyebut hasil pemeriksaan BPK tersebut memuat rekomendasi perbaikan tata kelola dan penguatan sistem pengendalian usaha di bawah naungan ITDC.
"Kami juga harus fokus dengan jenis layanan usaha. Kami itu ditugaskan justru bertanggung jawab agar bagaimana event ini harus berjalan," ujar Troy.
Troy lantas membeberkan pembiayaan MotoGP Mandalika pada tahun pertama (2022) yang ditanggung pemerintah 100 persen. Namun, dia melanjutkan, model pembiayaan event balap bergengsi itu mulai berkurang pelan-pelan.
"Saya rasa itu bagian dari pada perjalanan dinamika MotoGP dan tentunya ITDC punya kepentingan untuk menyelamatkan event ini berjalan dengan baik dan benar," ujarnya.
Troy menerangkan ITDC masih fokus melakukan pengembangan kawasan hingga menambah unit usaha dan properti demi keberlangsungan bisnis KEK Mandalika. Pengembangan itu dilakukan dengan berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat.
"Soal temuan BPK itu, kami sampaikan bahwa saat ini kami sudah berdiskusi kami sudah berkoordinasi. Kami hanya menunggu hasilnya karena menurut kami pasti pemerintah akan memberikan support dalam bentuk apapun," ujarnya.
Meski ada temuan kerugian, Troy mengeklaim penyelenggaraan MotoGP Mandalika telah memberikan dampak ekonomi signifikan dengan estimasi mencapai lebih dari Rp 4,9 triliun hingga tahun 2025. Hal itu mencakup peningkatan aktivitas pariwisata, perputaran ekonomi lokal, penciptaan lapangan kerja, serta kontribusi terhadap penguatan national branding Indonesia di mata dunia.
Saat ini, ITDC masih menunggu rekomendasi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga terkait skema pembiayaan penyelenggara MotoGP 2026. Rekomendasi itu akan menjadi rujukan event MotoGP pada tahun berikutnya.
(iws/iws)










































