Sebanyak 77 ekor kucing telah divaksinasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemkab Belu juga membentuk tim untuk menyisir hewan-hewan penular rabies (HPR) seperti anjing dan kucing.
Hal ini sebagai langkah tindak lanjut serangan kucing yang terjangkit rabies di Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Belu, Minggu (14/3/2026). Ada 11 warga yang digigit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Dinas (Kadis) Peternakan dan Perikanan Kabupaten Belu, Yos Sudarso Dami, mengatakan vaksinasi terhadap hewan yang dapat menularkan virus rabies terus dilakukan pemerintah daerah.
"Jadi mulai hari ini sudah dilakukan penyisiran kembali menyangkut hewan yang ada baik itu kucing-anjing di lokasi tersebut," kata Yos, melalui sambungan telepon, Senin (17/3/2026).
Menurutnya, jumlah kucing yang akan divaksin akan terus bertambah. "Kucingnya ada 77 ekor yang divaksin besok dilanjutkan lagi karena kondisi di sini sementara hujan jadi besok dilanjutkan," ujar Yos.
Petugas akan menyisir dua wilayah, yakni Kelurahan Manumutin dan Kelurahan Perbatasan. Ia menjelaskan, saat ini Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Belu, telah membentuk tim kerja di lapangan untuk menyisir hewan-hewan yang berpotensi menularkan virus rabies.
"Saat ini petugas dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Belu, dalam bentuk pokja 30 orang, melakukan penyisiran dan mendapatkan 124 anjing dan kucing," urainya.
Menurut Yos, sebelum kasus serangan kucing rabies tersebut, di Belu belum pernah tercatat kasus rabies pada manusia. "Kasus rabies atau kasus HPR itu ada, tapi untuk gigitan kepada manusia tidak ada ini baru kasus pertama kali." pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 11 warga di wilayah RT 12 dan RW 03, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, digigit kucing rabies.
Dari hasil pemeriksaan di Laboratorium Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten belu, kucing yang menggigit 11 orang itu terkonfirmasi positif rabies setelah sampel otaknya diperiksa. Kasus rabies yang digigit oleh kucing merupakan kasus pertama yang terjadi di wilayah NTT. Selama ini, penularan kasus rabies didominasi melalui anjing.
(hsa/hsa)










































