detikBali

Iqbal Kumpulkan Tokoh Agama, Pastikan Nyepi dan Idul Fitri Aman

Terpopuler Koleksi Pilihan

Iqbal Kumpulkan Tokoh Agama, Pastikan Nyepi dan Idul Fitri Aman


Ahmad Viqi - detikBali

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal ditemui di gedung Sangkareang Kantor Gubernur, Senin (16/3/2026).
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal ditemui di gedung Sangkareang Kantor Gubernur, Mataram, Senin (16/3/2026). (Foto: Ahmad Viqi/detikBali)
Mataram -

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mengumpulkan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) NTB. Pertemuan itu membahas pengamanan perayaan Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri yang waktunya berdekatan.

Rapat digelar di Ruang Rapat Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Senin (16/3/2026). Seluruh jajaran diminta ikut memastikan dua perayaan besar tersebut berjalan aman dan lancar.

"Tadi kami sudah membahas mengenai situasi keamanan periode Idul Fitri dan Hari Nyepi. Jadi yang kita ketahui bahwa ada irisan antara waktu perayaan Idul Fitri dengan waktu perayaan Nyepi dalam waktu yang berdekatan," kata Iqbal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iqbal mengatakan tidak ada kekhawatiran gangguan pelaksanaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri di NTB yang akan berlangsung dalam waktu berdekatan pada akhir pekan ini. Dia menilai toleransi antarumat beragama di NTB sudah terbangun sejak lama.

ADVERTISEMENT

"Kita tahu bagaimana bertoleransi. Tujuan kita membuat beberapa kesepakatan-kesepakatan saja untuk memastikan bahwa kedua kegiatan ini berlangsung dengan lancar," ujar Iqbal.

Iqbal mengatakan perhatian khusus diberikan pada kegiatan pawai ogoh-ogoh yang digelar menjelang Nyepi. Pawai tersebut dijadwalkan berlangsung pada 18 Maret 2026 dan terpusat di Kota Mataram.

"Kami harap dua kegiatan tidak bersinggungan. Maka, ini perlu ditekankan, pawai ogoh-ogoh tidak bersinggungan dengan Idul Fitri," ujarnya.

Menurut Iqbal, setelah pawai ogoh-ogoh pada 18 Maret, masyarakat kemudian akan memasuki perayaan Idul Fitri pada 19 atau 20 Maret 2026. Seluruh unsur Forkopimda diminta bekerja sama menjaga keamanan selama rangkaian kegiatan tersebut.

"Jadi ogoh-ogoh tetap jalan tanggal 18 dengan kesepakatan yang sudah bersama mengenai bagaimana cara melakukannya. Jadi pawai ogoh-ogoh tidak boleh lebih dari jam 6, dan mulai tepat jam 12 siang sampai azan magrib dalam rangka menunjukkan saling menghormati," imbau Iqbal

Iqbal juga menyebut perayaan Nyepi tidak hanya berlangsung di Kota Mataram. Beberapa daerah lain di NTB juga menggelar kegiatan serupa.

"Ada rencana ogoh-ogoh di daerah lain yaitu di Narmada, Lingsar, Lombok Barat dan sebagian di Lombok Utara. Jadi ini menjadi perhatian kita. Tetapi keamanan umat Hindu dan umat Islam di seluruh NTB semua menjadi perhatian," ujarnya.

Indeks Kerukunan Umat Beragama Tinggi

Ketua FKUB NTB TGH Subki Sasaki mengatakan pihaknya turut memastikan situasi keamanan selama dua perayaan besar tersebut tetap kondusif.

"Kedua perayaan itu esensinya kan adalah pensucian diri. Jadi kalau dua umat ini mensucikan diri kan 99% jadi orang NTB ini suci pada hari itu," ujar Subki.

Subki juga memaparkan data Indeks Kerukunan Umat Beragama di Provinsi NTB yang mencapai 73,84 atau masuk kategori tinggi dan menuju sangat tinggi.

Rinciannya meliputi indeks toleransi sebesar 87,44 persen atau sangat tinggi, indeks kesetaraan 81,19 persen atau tinggi, serta indeks kebersamaan 52,88 persen yang masih perlu diperkuat.

"Data tersebut menunjukkan bahwa secara umum masyarakat NTB memiliki tingkat toleransi yang sangat baik, meskipun masih perlu terus diperkuat dalam aspek kebersamaan sosial," tandasnya.




(dpw/dpw)










Hide Ads