Tiga warga tertimbun material galian C di Kampung Tilu Mareda, Desa Djela Manu, Kecamatan Wewewa Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT). Satu orang dilaporkan selamat dengan kondisi luka-luka dan dua orang lainnya masih hilang.
Longsor di lokasi galian C tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 Wita pada Senin (16/3/2026). Ketiga korban bernama Anderias Bili bersama dua siswa SD, yakni Arjuna Saputra Gono Ate (12) dan Sardianto Rato Pote (7). Anderias ditemukan selamat, sedangkan dua anak SD itu masih hilang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya bencana tanah longsor yang mengakibatkan para korban tertimbun material dan satu orang mengalami luka-luka, tapi selamat," ujar Kasi Humas Polres Sumba Barat Daya AKP Bernardus Mbili Kandi kepada detikBali, Senin.
Bernardus menuturkan peristiwa nahas itu bermula saat Anderias bersama dua bocah itu pergi menggali tanah untuk keperluan pembangunan gereja. Lokasinya tidak jauh dari rumah mereka.
Setibanya di lokasi, Anderias mulai menggali tanah. Sedangkan, Arjuna dan Sardianto bermain di lubang bekas galian. Menurut Bernardus, Anderias sempat menegur kedua anak SD itu agar tidak bermain di lubang bekas galian C.
Tak lama kemudian, material tanah tiba-tiba beruntuhan dan menimpa para ketiganya. Anderias Bili sempat menarik anaknya Juandri Saputra Inangele sehingga berhasil keluar dari lokasi longsor selamat. Sedangkan, Arjuna dan Sardianto sudah tertimbun.
Setelah kejadian tersebut, Anderias berupaya menggali tanah untuk menyelamatkan kedua korban yang tertimbun. Namun, longsor susulan kembali terjadi sehingga kepala Anderias terkena runtuhan batu.
Anderias bergegas menjauh dari lokasi longsor. Ia memutuskan untuk kembali ke rumah dan meminta bantuan kepada warga sekitar untuk mencari Arjuna dan Sardianto yang tertimbun longsor.
Hingga Senin sore, Arjuna dan Sardianto belum ditemukan. Petugas bersama warga masih terus berjibaku melakukan pencarian menggunakan peralatan seadanya.
"Korban Anderias Bili itu sedang dirawat di Puskesmas Palla, Kecamatan Wewewa Utara, karena mengalami luka cukup serius di bagian kepalanya," tutur Bernardus.
(iws/iws)










































