Pria bernama Yerimias Tamelab (34) ditemukan tak bernyawa di Sungai Faisani, Dusun 04, Desa Fatunaus, Kecamatan Amfoang Utara, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 13.20 Wita. Ia diduga tewas karena terseret banjir saat dalam perjalanan ke rumah mertuanya.
"Kemungkinan pada saat korban hendak menyeberangi Sungai Faisani yang sedang banjir baru terseret hingga ditemukan sudah meninggal," ujar Kapolsek Amfoang Utara Iptu Valentinus Beribe kepada detikBali, Senin (16/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Valentinus menuturkan kejadian itu berawal saat Yerimias berangkat dari rumah kontrakannya di Kelurahan Oesapa, Kota Kupang, pada Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 06.00 Wita menuju ke rumah mertuanya di Desa Soliu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang.
Saat itu, Yerimias menggunakan sepeda motor Honda CRF. Namun sejak Sabtu, nomor telepon Yerimias sudah tak dapat dihubungi, tetapi keluarga tak menaruh curiga lantaran sinyal di Kecamatan Amfoang Barat Laut sering hilang timbul.
Selanjutnya, keesokan harinya Yerimias malah ditemukan terbujur kaku di semak-semak Sungai Faisani oleh warga bernama Alfret Naitasi (24) saat hendak memotong daun untuk ternak sapinya.
Saat dicek, Yerimias sudah meninggal. Alret lantas memberitahukan kejadian itu kepada warga lainnya, yaitu Dison Kebos (41) dan sejumlah warga, untuk mengecek penemuan tersebut.
Tak berselang lama, sejumlah warga langsung mendatangi lokasi, tetapi tak mengenali Yerimias. Hal itu kemudian dilaporkan ke Ketua RT 12, Desa Fatunaus, Yakob Kebos dan Kepala Desa Fatunaus Joni Adu.
Informasi tersebut kemudian tersebar melalui media sosial. Mendapati informasi tersebut, Wakapolsek Amfoang Utara Ipda Hironimus Neni bersama personelnya dan Camat Amfoang Utara Hendra Mooy lansung ke lokasi.
Di sana, salah satu keluarga mengenali korban. Setelah dilakukan olah TKP, jenazah selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Pratama Amfoang untuk dilakukan pemeriksaan medis.
"Setelah dilakukan penanganan terhadap jenasah, kami langsung mencari sepeda motor korban dan berhasil ditemukan di dalam Sungai Faisani yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi korban terseret banjir," tutur Valentinus.
Menurut Valentinus, berdasarkan pemeriksaan medis terdapat luka terbuka di bagian kepala, serta luka lecet di lengan kanan, perut bagian kiri, pantat dan pinggang kiri.
Kemudian bagian wajahnya juga mengalami bengkak dan memar dan bagian leher dan pinggangnya patah. Diduga Yerimias terseret banjir sekitar 500 meter saat menyeberang.
"Pakaian dan barang barang lain milik korban telah dilakukan pencarian namun tidak ditemukan. Kalau tujuan korban datang ke Desa Soliu itu karena ingin mengurus kartu keluarga," terang Valentinus.
Saat ini, Yerimias sudah dibawa oleh keluarganya ke Kota Kupang untuk dimakamkan.