Pemuda bernama Dominigus De Jesus Frias (18) dilaporkan hilang terseret banjir di Sungai Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu petang kemarin. Saat kejadian, korban baru pulang setelah menggembalakan sapi.
"Korban diduga terseret banjir dan saat ini belum ditemukan," ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang Mexianus Bekabel kepada detikBali, Senin (9/3/2026).
Mexianus menjelaskan Dominggus sebelumnya pamit dari rumahnya di Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, sekitar pukul 15.00 Wita. Ia pergi menggembalakan sapi yang lokasinya tidak jauh dari rumahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam perjalanan pulang, Dominggus melintasi Sungai Manusak. Diduga pada saat itulah ia terseret banjir besar yang meluap akibat hujan deras.
Korban yang tak kunjung pulang membuat keluarga bersama warga setempat melakukan pencarian di sekitar lokasi. Namun hingga malam hari, Dominggus belum ditemukan.
Babinsa Kecamatan Kupang Timur Manuel Amaral kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang sekitar pukul 19.45 Wita untuk dilakukan pencarian.
Menindaklanjuti laporan itu, sebanyak sembilan personel rescue diberangkatkan menuju lokasi kejadian menggunakan dua unit rescue car jenis D-Max. Tim membawa peralatan SAR pendukung untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan.
Setibanya di lokasi, tim SAR gabungan langsung melakukan penyisiran dan pencarian di sekitar area kejadian. Namun hingga pencarian awal selesai, Dominggus belum ditemukan.
Pencarian kemudian dilanjutkan pada Senin pagi dengan melibatkan Babinsa Kupang Timur, BPBD Kabupaten Kupang, Polsek Kupang Timur, warga, serta keluarga korban.
"Tim SAR gabungan sudah melanjutkan pencarian dengan memperluas area penyisiran di sepanjang aliran Sungai Manusak. Kami berharap korban segera ditemukan," jelas Mexianus.
(dpw/dpw)










































