detikBali

Puluhan Guru di Suela Lombok Timur Mencret Usai Santap MBG

Terpopuler Koleksi Pilihan

Puluhan Guru di Suela Lombok Timur Mencret Usai Santap MBG


Sanusi Ardi - detikBali

Ilustrasi Kejadian Luar Biasa Keracunan Makanan Bergizi Gratis
Ilustrasi keracunan MBG. (Foto: Edi Wahyono)
Lombok Timur -

Puluhan guru di Kecamatan Suela, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengeluhkan sakit perut hingga mencret setelah menyantap menu makan bergizi gratis (MBG). Keluhan tersebut muncul usai konsumsi menu MBG yang diterima pada Senin (26/1/2026).

Salah seorang guru di sekolah swasta, Uhiruddin, mengaku mengalami mencret sejak menyantap MBG tersebut. Ia menyebut kondisinya masih berlanjut hingga hari ini.

"Kebanyakan guru yang mencret termasuk saya dari kemarin sampai hari ini saya mencret," terang Uhiruddin, Rabu (28/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Uhiruddin mengatakan, keluhan serupa tidak hanya dialami guru, tetapi juga dirasakan oleh sejumlah siswa di sekolahnya.

ADVERTISEMENT

"Sebagian siswa kami kalau anak-anak di Madrasah Ibtidaiyah (MI) itu infonya," jelasnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyalurkan menu MBG, Umar Aderisto, membenarkan adanya laporan guru dan siswa yang mengeluhkan sakit perut setelah menyantap MBG.

Umar menegaskan, menu yang disajikan dalam kondisi baik dan tidak basi, meskipun berbentuk makanan berkuah.

"Kalau menunya memang tidak basi, meskipun menu yang kami berikan berbentuk kuah. Tapi dari keterangan ahli gizi kami, penyesuaian menu dan kondisi tubuh tidak cocok karena kondisi cuaca dan musim hujan," terangnya.

Umar menambahkan, hingga saat ini tidak ada guru maupun siswa yang dilarikan ke rumah sakit akibat keluhan tersebut. Menurutnya, sakit perut yang dialami juga belum tentu sepenuhnya disebabkan oleh menu MBG.

"Cuma tidak ada yang ke Puskesmas untuk dirawat. Kita juga tidak tahu dipengaruhi oleh menu yang kita berikan bisa jadi makanan lain," ujarnya.

Ia menyebutkan, laporan keluhan baru diterima dari empat sekolah. Sementara jumlah pasti guru dan siswa yang mengalami sakit perut masih belum diketahui.

"Kalau banyaknya kami belum tahu, saat ini laporan yang sudah kami terima baru empat sekolah," ucapnya.

Dari kejadian tersebut, Umar memastikan pihaknya akan melakukan evaluasi dan perbaikan ke depan, terutama terkait penyajian menu MBG. Ia meyakini keluhan yang dialami guru dan siswa tidak akan berlangsung lama.

"Ini akan menjadi evaluasi kami. Insyaallah guru dan anak-anak yang mengalami gejala tersebut akan cepat sembuh," ujarnya.




(dpw/dpw)










Hide Ads