detikBali

1 Rabiul Awal 2026 Jatuh 14 Agustus, Ini Keutamaan dan Amalan yang Dianjurkan

Terpopuler Koleksi Pilihan

1 Rabiul Awal 2026 Jatuh 14 Agustus, Ini Keutamaan dan Amalan yang Dianjurkan


Fabiola Dianira - detikBali

rabiul awal
Rabiul awal. Foto: iStock
Denpasar -

Bulan Rabiul Awal menjadi salah satu bulan yang istimewa bagi umat Islam. Bulan ketiga dalam kalender Hijriah ini dikenal sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW dan identik dengan peringatan Maulid Nabi. Pada 2026, 1 Rabiul Awal diperkirakan jatuh pada Jumat (14/8/2026).

Datangnya Rabiul Awal menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbanyak amal saleh, meneladani akhlak Rasulullah SAW, serta mengenang perjuangan beliau dalam menyebarkan ajaran Islam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keutamaan Rabiul Awal

Merujuk pada laman NU Online, Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki dalam kitab Mafahim Yajib an Tushahhah menjelaskan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan termasuk persoalan ibadah yang diperdebatkan keabsahannya, tetapi lebih kepada tradisi yang baik di tengah masyarakat.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, peringatan Maulid menjadi sarana efektif untuk menyampaikan teladan akhlak Rasulullah SAW, sejarah kehidupan beliau, perjuangan, aktivitas bisnis, kepemimpinan, strategi dakwah, hingga tata cara ibadah yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

Sementara itu, Imam Jalaluddin as-Suyuthi dari kalangan ulama Syafi'iyyah juga menyebut memperingati Maulid Nabi dapat mendatangkan pahala. Ia menganjurkan umat Islam untuk berkumpul, berbagi makanan, dan memperbanyak ibadah sebagai ungkapan rasa syukur dan kegembiraan atas kelahiran Rasulullah SAW.

Amalan di Bulan Rabiul Awal

Dilansir dari laman Kementerian Agama, terdapat beberapa amalan yang dianjurkan untuk dilakukan selama bulan Rabiul Awal.

1. Berpuasa

Berpuasa, khususnya puasa sunah Senin, menjadi salah satu bentuk meneladani Rasulullah SAW. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Sahih Muslim yang mengatakan "Dari Abu Qatadah, Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai puasa hari Senin. Beliau bersabda, 'Itulah hari aku dilahirkan, hari aku diutus (menjadi rasul), atau hari diturunkannya wahyu kepadaku.'"

2. Memperbanyak baca shalawat

Syekh Abdul Hamid Qudus menjelaskan bahwa pada bulan Rabiul Awal dianjurkan memperbanyak puasa sunah dan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Beliau berkata "Ketahuilah bahwa pada bulan ini (Rabiul Awal) dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunah dan membaca shalawat kepada pemimpin umat manusia, Nabi Muhammad SAW."

3. Memperingati Maulid Nabi

Imam as-Suyuthi dalam kitab Al-Wasail fi Syarhis Syamail menjelaskan bahwa membaca kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan amalan yang mulia. Amalan tersebut memiliki banyak keutamaan, salah satunya memperoleh syafaat para malaikat. Peringatan Maulid juga menjadi momentum untuk meneladani akhlak, perjuangan, dan ajaran Rasulullah SAW.

4. Bersedekah

Bulan Rabiul Awal juga menjadi waktu yang baik untuk memperbanyak sedekah dan berbagai bentuk kebaikan lainnya. Umat Islam dianjurkan membantu orang yang membutuhkan, menjenguk orang sakit, menyantuni anak yatim, maupun meringankan kesulitan sesama. Amalan-amalan tersebut menjadi wujud kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus bentuk kepedulian sosial yang diajarkan dalam Islam.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads