Pemilik travel agen bodong berinisial SO (33) di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditangkap polisi. SO diduga menipu dan menggelapkan uang Rp 244,2 juta milik pengusaha pariwisata asal Kanada.
Uang tersebut sedianya digunakan untuk membiayai paket wisata premium bagi 22 wisatawan asal China. Namun, kapal yang dijanjikan SO ternyata tidak pernah disewa sehingga rombongan wisatawan tersebut terlantar saat tiba di Labuan Bajo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SO adalah warga asal Bekasi, Jawa Barat yang berdomisili di Labuan Bajo. Dia menipu LN (56), warga negara (WNA) asal Kanada pemegang izin usaha agensi LeBali International Tour yang berdomisili di Bali.
"Dalam pemeriksaan, SO telah mengakui seluruh perbuatannya secara kooperatif. Seluruh uang milik korban telah habis digunakan oleh tersangka untuk kepentingan pribadi, sehingga operasional dan sewa kapal sama sekali tidak terbayar," kata Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat AKP Lufthi, Rabu (12/8/2026) malam.
Modus penipuan
Aksi penipuan ini bermula pada pertengahan Juli 2026. Saat itu, LN tengah mencari ketersediaan kapal pinisi untuk melayani rombongan wisatawan yang dijadwalkan berlayar ke kawasan Taman Nasional Komodo pada 8-10 Agustus 2026.
SO, yang mengoperasikan travel agen bodong bernama Danke Adventure, kemudian merespons unggahan pencarian kapal LN di grup WhatsApp publik "Labuan Bajo Agen To Agen".
"SO meyakinkan korban bahwa Kapal Phinisi KM. Seven Angel dalam posisi siap untuk tanggal yang diminta. Agar makin meyakinkan, SO juga menerbitkan rincian tagihan (invoice) resmi lengkap dengan komponen PPN 11 persen," jelas Lufthi
Terbujuk oleh profesionalisme semu tersebut, korban mentransfer uang secara bertahap sebanyak tiga kali dalam rentang waktu 30 Juli hingga 4 Agustus 2026 hingga genap berjumlah Rp 244,2 juta.
"Dana ratusan juta rupiah tersebut disetorkan untuk paket wisata premium, termasuk sewa kapal KM. Seven Angel selama 3 hari 2 malam serta biaya masuk TNK," jelas Lufthi.
Kejahatan SO mulai terbongkar menjelang jadwal kedatangan rombongan wisatawan asal China tersebut. Pada Selasa (4/8/2026), pascapembayaran lunas 100 persen, korban sempat meminta klarifikasi terkait isu penutupan sementara pelayaran di perairan Labuan Bajo. Saat itu, SO tetap berbohong dan menjamin pelayaran aman terkendali.
Namun hanya berselang sehari, pada Rabu (5/8/2026) sore, SO secara mengejutkan mengirimkan pesan singkat kepada korban melalui aplikasi WhatsApp dan mengakui bahwa seluruh dana telah raib.
"Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya. Jujur, seluruh dana pembayaran sebesar Rp 244,2 juta sudah habis saya pakai untuk keperluan pribadi saya. Uang muka ke pengelola kapal belum ada yang disetorkan sama sekali, sehingga trip tidak bisa dilaksanakan," bunyi pesan singkat SO yang ditirukan oleh Lufthi.
Dampak perbuatan SO berpuncak pada Sabtu (8/8/2026). Rombongan 22 turis China tersebut menginjakkan kaki di Labuan Bajo tanpa kepastian armada kapal maupun fasilitas trip. Sementara SO saat itu diketahui berada di Jakarta dan tidak mampu mengembalikan sepeserpun uang milik korban.