Hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), hari ini. Dua rumah warga rusak setelah tertimpa pohon beringin tumbang di Lingkungan Sukaraja Perluasan, Ampenan, Mataram.
"Dua rumah dan tiga lapak tertimpa pohon jenis beringin karet di Sukaraja," ujar Plt Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Muzaki, Selasa (20/1/2026).
Selain karena cuaca ekstrem, Muzaki, pohon tumbang terjadi karena kondisi tanah yang telah jenuh. Menurutnya, pohon tumbang juga menimpa kabel-kabel listrik yang menjuntai di lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semoga sore ini bisa selesai penanganannya. Yang lama itu penanganan kabelnya, teman-teman Dinas Perhubungan membantu untuk mengamankan jalur listrik di Sukaraja, Ampenan," imbuhnya.
BPBD Mataram mencatat sebanyak sembilan pohon di berbagai titik tumbang akibat angin kencang hari ini. Ia meminta warga tetap waspada di tengah cuaca ekstrem. Terlebih, Mataram memasuki siaga darurat hidrometeorologi basah.
"Selain karena kecepatan angin kisaran 120-150 knot, kondisi tanah yang sudah jenuh juga jadi penyebab. Jangankan pohon besar, pohon kecil pun juga (bisa) tumbang, karena tanah sudah jenuh akibat air hujan. Untuk kerugian masih kami hitung," imbuhnya.
Amin, salah seorang warga Lingkungan Sukaraja Perluasan, mengaku terkejut dengan tumbangnya pohon beringin karet jumbo tersebut. Menurutnya, pohon besar itu tumbang sekitar pukul 03.00 Wita.
"Kaget sekali. Pohonnya tumbang saat kami sedang tidur. Kami kira ada gempa, ternyata pohon beringin besar di dekat kali tumbang," ujar Amin.
Hujan Lebat Landa NTB hingga Pekan Depan
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat terjadi di semua wilayah NTB. Potensi peningkatan cuaca ekstrem diperkirakan terjadi hingga 26 Januari mendatang.
Forecaster on duty Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid, Intan Julianti, mengungkapkan Bibit Siklon Tropis 97S terpantau di wilayah pesisir utara Australia sebelah barat daya Teluk Carpentaria dengan kecepatan angin maksimum 25 knot. Menurutnya, bibit siklon ini bergerak ke arah barat.
Intan mengatakan situasi ini dapat memicu aktifnya Madden-Julian Oscillation (MJO) atau gelombang Rossby ekuator dan gelombang Kelvin di wilayah NTB. Kondisi atmosfer ini juga berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan konvektif (awan cumulonimbus) yang dapat menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai petir/kilat dan angin kencang.
"Adanya pertemuan angin dan perlambatan kecepatan angin di sekitar wilayah NTB, kelembapan udara yang cenderung basah di berbagai lapisan ketinggian serta labilitas atmosfer kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal diamati di NTB," ujar Intan dalam keterangannya, Selasa.
Adapun wilayah NTB yang berpotensi terdampak hujan lebat, antara lain Kota Mataram, Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, Bima, dan Kota Bima. Selain hujan lebat, terdapat pula potensi gelombang tinggi di wilayah perairan NTB pada 20-22 Januari 2026.
"Tinggi gelombang 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Selat Lombok bagian Utara, Selat Alas bagian utara, dan Selat Sape bagian utara," imbuhnya.
Intan mengimbau warga NTB untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Termasuk banjir, tanah longsor, angin kencang, petir, hingga pohon tumbang.
"Kami meminta saluran air bersih dari sampah agar tidak terjadi luapan saat hujan lebat, hindari aktivitas di luar ruangan saat cuaca ekstrem, pangkas ranting pohon yang rapuh, dan siapkan rencana evakuasi dini bila tinggal di daerah rawan bencana," pungkasnya.
(iws/iws)










































