Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengonfirmasi jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap tentara Israel kembali bertambah. Kini, total sebanyak 7 WNI yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla ditahan Israel.
"Berdasarkan informasi terkini (19.50 WIB), jumlah WNI yang ditangkap Israel telah bertambah," kata juru bicara Kemlu, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, kepada wartawan, Selasa (19/5/2026), dikutip dari detikNews.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Vahd mengungkapkan jumlah WNI yang tergabung dalam misi kemanusiaan menuju Gaza tersebut sebanyak sembilan orang. Dari jumlah itu, sebanyak tujuh di antaranya ditahan Israel dan dan lainnya berada di dalam kapal Kasr 1 Sadabat.
"Dari total sembilan WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang tergabung dalam misi GSF 2.0, kini sebanyak tujuh WNI dilaporkan telah ditangkap. Sementara itu, dua WNI lainnya diketahui masih berada dalam kapal Kasr 1 Sadabat," ujarnya.
Menurut Vahd, situasi di lapangan kini sangat rawan dan dinamis. Ia meyebut dua WNI yang masih berada di kapal tetap berlayar meski sewaktu-waktu bisa mengalami hal yang sama.
"Kedua WNI yang masih berlayar tersebut tetap berada dalam kondisi rawan dan sewaktu-waktu dapat mengalami intersepsi atau penangkapan oleh militer Israel," kata Vahd.
Kini, perwakilan RI dalam posisi siaga penuh untuk memantau perkembangan situasi di lapangan. Kemlu bersama perwakilan RI juga terus melakukan verifikasi terkait posisi dan kondisi para WN.
"Kementerian Luar Negeri melalui Perwakilan RI akan terus memantau situasi, melakukan verifikasi posisi dan kondisi para WNI, serta menyiapkan langkah-langkah pelindungan yang dibutuhkan," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini!
(iws/iws)










































