detikBali

16 Rumah di Larantuka Rusak Akibat Angin Kencang

Terpopuler Koleksi Pilihan

16 Rumah di Larantuka Rusak Akibat Angin Kencang


Yurgo Purab - detikBali

Salah satu rumah warga yang rusak akibat angin kencang di Kelurahan Ekasapta, Kecamatan Larantuka, Jumat (16/1/2026). (Foto: Dok. Dave Valentino Mautuka)
Salah satu rumah warga yang rusak akibat angin kencang di Kelurahan Ekasapta, Kecamatan Larantuka, Jumat (16/1/2026). (Foto: Dok. Dave Valentino Mautuka)
Flores Timur -

Jumlah rumah rusak akibat angin kencang di Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), bertambah menjadi 16 unit. Terbaru, tiga rumah warga setempat dilaporkan rusak pada Jumat (16/1/2026) dini hari.

"Tiga rumah warga rusak dini hari tadi, yakni milik Siti Ruwaidah, Nini Daeng, dan Syukur Saleh," kata Lurah Ekasapta, Dave Valentino Mautuka, kepada detikBali, Jumat sore.

Sehari sebelumnya, Dave berujar, dua rumah warga tertimpa pohon tumbang akibat angin kencang. Menurut dia, rata-rata rumah yang rusak pada bagian atap dan dinding.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Atap rumah terbawa angin dan pohon tumbang," imbuhnya.

Cuaca ekstrem di Larantuka terjadi sejak empat hari terakhir. Selain rumah, angin kencang juga mengakibatkan sejumlah sekolah di daerah itu rusak. Sejauh ini, tim BPBD Flores Timur masih melakukan evakuasi dan mendata jumlah kerusakan.

ADVERTISEMENT

Potensi Cuaca Ekstrem hingga 23 Januari

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang mengingatkan potensi cuaca ekstrem untuk warga Flores Timur, Lembata, dan Sikka. BMKG memprediksi angin kencang serta hujan sedang hingga sangat lebat berpotensi terjadi pada 17-23 Januari 2026.

"Waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat disertai petir atau kilat dan angin kencang di wilayah Flores Timur, Lembata, Sikka," ujar Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenotek, dalam keterangan resmi, Jumat.

Menurut Sti, sebagian besar wilayah NTT saat ini berada pada periode puncak musim hujan. Selain itu, BMKG juga memantau adanya bibit Siklon Tropis 97S di utara Benua Australia.

"Berpotensi meningkat menjadi Siklon Tropis sehingga membentuk daerah perlambatan, belokan, dan pertemuan angin di wilayah NTT serta menguatnya Monsun Asia dan aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby, Kelvin, dan Madden Julian Oscillation (MJO) sehingga mendukung terjadinya hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir/kilat dan angin kencang di wilayah NTT," imbuhnya.

Sti meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang disertai petir atau kilat serta angin kencang. Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas, terutama ketika melakukan perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruangan.

"Khusus untuk daerah bertopografi curam, bergunung, atau bertebing patut waspada akan potensi tanah longsor dan banjir bandang pada saat terjadi hujan sedang hingga sangat lebat yang terjadi dalam durasi yang panjang," pungkasnya.




(iws/iws)












Hide Ads