Bencana tanah bergerak atau bergeser terjadi di Kampung Waso, Desa Golo Rentung, Kecamatan Lamba Leda, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Terdapat puluhan rumah dan tempat pemakaman umum (TPU), rusak.
"Sampai hari ini, 19 Januari 2026, pantauan kami tanah setiap hari selalu bergerak. Tadi Pemdes dan Pemerintah Kecamatan juga dari Dinsos Manggarai Timur kembali menyusuri areal pergerakan tanah," kata Kepala Desa Golo Rentung, Ignatius Letor Sabon, Senin (19/1/2026).
"Untuk sementara Keluarga terdampak per hari ini ada 26 bangunan (rumah) KK yang rusak ringan dan berat. Beberapa pekuburan juga ada yang sudah rusak ringan dan berat," lanjut dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sawah milik warga juga rusak berat akibat fenomena tanah bergerak ini. "Selain dampaknya pada pemukiman penduduk terdapat beberapa lahan persawahan juga yang mengalami rusak berat akibat terjadinya bencana tersebut," ujar Ignatius.
Ia menjelaskan luas wilayah terdampak sekitar 50 hektare. Itu termasuk pemukiman hingga lahan pertanian warga.
Fenomena tanah bergerak ini, jelas Ignatius, muncul sejak akhir 2023. Fenomena ini muncul saat hujan dan setelahnya. "Diakibatkan karena curah hujan yang semakin meningkat," kata dia.
(mud/mud)










































