detikBali

Perputaran Uang Saboak di Tamnos Kupang Capai Rp 5 Miliar

Terpopuler Koleksi Pilihan

Perputaran Uang Saboak di Tamnos Kupang Capai Rp 5 Miliar


Simon Selly - detikBali

Suasana malam di Taman Nostalgia yang dipenuhi UMKM lingkup Kota Kupang, NTT.
Foto: Suasana malam di Taman Nostalgia yang dipenuhi UMKM lingkup Kota Kupang, NTT. (Simon Selly/detikBali)
Kupang -

Perputaran ekonomi di malam Sunday Market Buat Orang Kupang (Saboak) sejak awal atau Juni 2025 hingga saat ini mencapai Rp 5 miliar lebih. Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis dalam momen pembukaan Peken Jasindo Kupang, pada Sabtu (2/5/2026) malam.

"Jadi selama lima bulan awal itu, perputaran ekonomi sudah Rp 1 miliar lebih. Terus total keseluruhannya itu, terakhir saya dapat laporannya itu ada Rp 5 miliar lebih sampai hari ini," terang Serena.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, Saboak menghadirkan ratusan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Kupang, NTT. "Saboak kan setiap minggunya itu ada ratusan UMKM yang kita roling. Jadi tiap minggu itu ada grup A, B, C dan grup D. Jadi untuk perputaran ekonomi sangat terasa bagi para pelaku UMKM," urai politikus Partai Gerindra itu.

Peken Jasindo merupakan program pemberdayaan masyarakat dan UMKM dengan Tema Katong Baku Dukung, Katong Baku Sayang ini mencerminkan nilai kebersamaan masyarakat Kupang.

ADVERTISEMENT

"Sejak pagi, Taman Nostalgia dipenuhi berbagai kegiatan, mulai dari bazar UMKM, turnamen basket 3-on-3, talkshow pengembangan usaha, literasi asuransi, hingga workshop tenun dan pangan lokal," urainya.

Masyarakat juga disuguhi berbagai pertunjukan seni dan budaya pada malam hari, termasuk penampilan kelompok difabel, tari-tarian, dan paduan suara. Serena menilai kegiatan tersebut, menjadi ruang strategis untuk mendorong UMKM naik kelas dan memperkuat ekonomi rakyat.

Serena juga mencontohkan keberhasilan program Saboak yang berlangsung di Taman Nostalgia yang sejak diluncurkan pada Juni 2025 telah melibatkan ratusan pelaku UMKM dengan perputaran ekonomi mencapai miliaran rupiah.

"Dulu kawasan ini kurang dimanfaatkan, kini menjadi pusat aktivitas ekonomi dan ruang publik yang hidup bagi masyarakat," katanya.

Ia juga mengapresiasi konsep pasar tanpa plastik dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Sementara itu, Pimpinan Jasindo Kupang, Jerry Simamora, mengatakan Peken Jasindo dirancang sebagai ruang terbuka bagi masyarakat untuk bertransaksi, belajar, dan berkolaborasi.

Menurut Jerry, UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi daerah. Karena, kegiatan ini diharapkan mampu memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Selain bazar, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai layanan publik, seperti layanan kesehatan gratis, pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), perpanjangan SIM, dan pembayaran pajak.

"Berbagai program sosial turut digelar, antara lain workshop bagi penyandang disabilitas, layanan Posyandu, edukasi kesehatan, serta bantuan berupa sarana usaha, perlengkapan UMKM, dukungan pendidikan, hingga pembagian paket sembako," tukas Jerry.




(hsa/hsa)










Hide Ads