Sebanyak 500.008 wisatawan berkunjung ke Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), sepanjang 2025. Kunjungan turis ke Labuan Bajo menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Manggarai Barat sebesar Rp 2,3 miliar.
"Capaian PAD 2025 Rp. 2.330.510.000," kata Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan (Disparekrafbud) Manggarai Barat, Stefanus Jemsifori, Minggu (18/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, capaian PAD 2025 itu tak mencapai target yang sudah ditetapkan sebesar Rp 2,6 miliar. Musababnya, dari 500.008 wisatawan yang berkunjung, hanya 67.986 turis yang dipungut retribusi tiket masuk objek wisata oleh Disparekrafbud Manggarai Barat.
Sebanyak 67.986 turis yang ditarik retribusi tiket adalah wisatawan pengunjung sejumlah destinasi wisata yang dikelola Disparekrafbud Manggarai Barat. Destinasi itu berada di luar kawasan Taman Nasional (TN) Komodo.
Sejumlah destinasi yang dimaksud adalah Gua Batu Cermin (Rp 918 juta), Gua Rangko (Rp 752 juta), Air Terjun Cunca Wulang (Rp 260 juta), Puncak Waringin (Rp 221 juta), Ngalor Kalo (Rp 15 juta), Pantai Mberenang (Rp 23 juta), diving (Rp 7 juta), dan snorkeling (Rp 132 juta).
Sebagian besar wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo mengunjungi TN Komodo, yakni sebanyak 432.022 orang. Tiket masuk ke destinasi itu dipungut oleh Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) yang pendapatannya mencapai lebih dari Rp 100 miliar.
Stefanus mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat tak kebagian pendapatan dari pungutan tiket masuk wisatawan ke TN Komodo. Seluruhnya pendapatan tiket ke TN Komodo disetor kepada pemerintah pusat sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Sebagai informasi, kunjungan turis sebanyak 500.008 orang ke Labuan Bajo sepanjang 2025 naik dibandingkan tahun sebelumnya. Kunjungan wisatawan pada 2024 sebanyak 411.349 orang.
Kunjungan turis ke Labuan Bajo masih didominasi wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 341.955 orang. Wisatawan nusantara (wisnus) sebanyak 158.053 orang.
Kunjungan tertinggi wisatawan ke Labuan Bajo pada 2025 terjadi pada Juli sebanyak 73.275 orang. Sedangkan kunjungan terendah terjadi pada Januari, sebanyak 16.646 wisatawan.