detikBali

Gunung Ile Lewotolok Kembali Erupsi hingga Lontarkan Material Pijar Malam Ini

Terpopuler Koleksi Pilihan

Gunung Ile Lewotolok Kembali Erupsi hingga Lontarkan Material Pijar Malam Ini


Yurgo Purab - detikBali

Visual Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, NTT, yang kembali meletus pada pukul 19.45 Wita, Sabtu (17/1/2026). (Foto: Dok. PVMBG)
Visual Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, NTT, yang kembali meletus pada pukul 19.45 Wita, Sabtu (17/1/2026). (Foto: Dok. PVMBG)
Lembata -

Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali meletus malam ini tepatnya pada pukul 19.45 Wita. Gunung berstatus Level II Waspada ini meletus dengan ketinggian kolom abu sekitar 300 meter di atas puncak atau 1.723 meter di atas permukaan laut.

"Erupsi disertai lontaran material pijar ke sektor tenggara 200 meter dari pusat aktivitas. Teramati aliran lava ke sektor barat sejauh 100 meter dari bibir kawah," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok, Yeremias Kristianto Pugel, dalam keterangan resmi yang diterima detikBali, Sabtu (17/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yeeremias mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Ile Lewotolok untuk tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, warga juga diminta tidak beraktivitas pada sektoral selatan-tenggara dan barat sejauh 2,5 km dari pusat aktivitas Gunung Lewotolok.

"Mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran/longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut Gunung Ile Lewotolok," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Yeremias juga meminta masyarakat untuk tidak panik jika mendengar suara gemuruh atau dentuman dari kawah Gunung Ile Lewotolok. "Suara tersebut merupakan ciri aktivitas gunung api yang sedang dalam fase erupsi," pungkasnya.

Sebelumnya, aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok juga tercatat meletus 277 kali dalam rentang waktu pukul 06.00-00.00 Wita pada Jumat (16/1). Letusan itu menyebabkan lava mengalir 100 meter dari bibir kawah. Asap letusan berwarna putih, kelabu, hingga hitam.

Kemudian, gunung setinggi 1.423 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu kembali erupsi pada pukul 09.09 Wita pada Sabtu (17/1). Kolom abu teramati setinggi 500 meter di atas puncak gunung dan mengarah ke wilayah timur, menyebabkan dua kecamatan terpapar hujan abu vulkanik.

Adapun wilayah yang terdampak, yakni Kecamatan Ile Ape Timur dan sebagian desa di Kecamatan Omesuri. Akibatnya, aktivitas warga juga terganggu akibat polusi udara dari abu vulkanik yang terus jatuh.




(iws/iws)












Hide Ads