detikBali

Air dan Pakan Ternak Warga Terpapar Abu Vulkanik Gunung Ile Lewotolok

Terpopuler Koleksi Pilihan

Air dan Pakan Ternak Warga Terpapar Abu Vulkanik Gunung Ile Lewotolok


Yurgo Purab - detikBali

Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, NTT, meletus pagi ini dengan ketinggian 500 meter di atas puncak, Sabtu (17/1/2026), pukul 09.09 Wita.
Foto: Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, NTT, meletus pagi ini dengan ketinggian 500 meter di atas puncak, Sabtu (17/1/2026), pukul 09.09 Wita.
Lembata -

Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali erupsi pada Sabtu (17/1/2026) pukul 09.09 Wita. Kolom abu teramati setinggi 500 meter di atas puncak gunung dan mengarah ke wilayah timur, menyebabkan dua kecamatan terpapar hujan abu vulkanik.

"Dampaknya ke arah timur, sebagiannya ke Desa Lamawolo, Kecamatan Ile Ape Timur, dan sebagian desa di Kecamatan Omesuri," kata Pengamat Gunung Api Ile Lewotolok, Stanislaus Ara Kian kepada detikBali, Sabtu siang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Desa Lamawolo, Antonius Ngaji, mengungkapkan hujan abu telah dirasakan warganya selama hampir dua pekan terakhir. Arah angin yang konsisten menyebabkan abu vulkanik menumpuk di pemukiman dan fasilitas warga.

"Arah angin 1 sampai 2 minggu sangat terasa oleh masyarakat yang tinggal di kampung. Hampir semua rumah ada di kampung punya bak air. Pastinya dengan turunnya hujan maka abu itu masuk ke bak di setiap rumah," ujar Antonius, Sabtu.

ADVERTISEMENT

Akibatnya, air hujan yang biasanya dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi kini hanya digunakan untuk mencuci. Aktivitas warga juga terganggu akibat polusi udara dari abu vulkanik yang terus jatuh.

"Juga kehidupan masyarakat sangat terganggu dengan polusi udara, sehingga kehidupan masyarakat sangat terganggu," imbuhnya.

Selain air, pakan ternak yang sedianya melimpah di musim hujan juga kena imbasnya.

"Segala macam tanaman dihinggapi (abu) pada daun sehingga ternak yang bergantung pada pakan ternak (ikut terganggu)," tandasnya.

Ia berharap ada bantuan masker bagi warga yang tinggal dan menetap di lereng Gunung Lewotobi Laki-laki tersebut.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok, Yeremias Kristianto Pugel menyampaikan kolom abu berwarna putih kelabu dengan intensitas condong ke arah timur. "Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 36,2 milimeter (mm) dan durasi kurang lebih 1 menit 25 detik," ujarnya melalui siaran pers.

Yeremias meminta masyarakat waspadai potensi ancaman bahaya guguran atau longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, sektor timur laut Gunung Ile Lewotolok.

"Masyarakat diimbau agar tidak panik mendengar gemuruh atau dentuman dari kawah Gunung Ile Lewotolok karena suara tersebut merupakan ciri khas aktivitas gunung api yang sedang dalam fase erupsi," tandasnya.




(nor/nor)










Hide Ads