Cerita Mahasiswa NTT Magang di Israel, Belajar Irigasi IoT di Tengah Perang

Ambrosius Ardin - detikBali
Rabu, 30 Jul 2025 16:16 WIB
Salah satu mahasiswa Stiper Flores Bajawa magang di lahan pertanian Israel. (Foto: dok. Eustakia Bhoki)
Ngada -

Puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Pertanian (Stiper) Flores Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengikuti program magang di Arava, Israel. Mereka belajar pertanian modern di tengah lahan tandus menggunakan teknologi tinggi seperti irigasi tetes berbasis Internet of Things (IoT).

Sebanyak 15 mahasiswa telah menuntaskan program magang dan kembali ke Bajawa pada 20 Juli 2025. Sementara itu, sembilan mahasiswa lainnya diberangkatkan ke Israel pada Senin (28/7/2025) untuk mengikuti program serupa.

"Selama di Israel kurang lebih 10 bulan. Saya dan teman-teman menjalani kegiatan di bidang pertanian," ujar salah seorang peserta magang, Eustakia Bhoki, Rabu (30/7/2025).

"Untuk kegiatan sendiri kami diberi kesempatan untuk kuliah satu kali dalam seminggu," lanjut dia.

Eustakia menjelaskan, selama magang, ia dan rekan-rekannya mempelajari teknologi dan inovasi pertanian modern. Para petani di Israel, kata dia, rata-rata menggunakan mesin dan sistem pertanian canggih, meski kondisi lahan tergolong kering dan tandus.

"Kondisi lahannya kering, tanahnya tandus, dan letaknya itu di Arava," katanya.

Proses pengolahan lahan dimulai dengan pemberian pupuk organik yang dibiarkan melapuk sebelum ditanami. Penyiraman dilakukan menggunakan sistem irigasi tetes yang terhubung langsung ke internet.

"Penyiraman menggunakan irigasi tetes dengan menggunakan teknologi IOT yang terhubung langsung ke internet," jelas Eustakia.

Berbagai jenis tanaman hortikultura hingga buah-buahan tumbuh subur di wilayah tersebut. Hasilnya pun dinilai sangat melimpah.

"Untuk jenis tanaman macam-macam, ada horti, tanaman bunga, buah juga. Tanamannya luar biasa sehat dan produksi luar biasa," ungkapnya.

Ia juga mengenal lebih banyak varietas tanaman seperti tomat, redbary, blackberry, dan semangka. Di luar pembelajaran teknis, Eustakia juga menimba pengalaman sosial dengan berinteraksi bersama peserta magang dari berbagai negara.

"Dapat berinteraksi dan berkomunikasi dengan teman-teman dari berbagai negara. Belajar tentang sedikit budaya yang ada di Israel," katanya.

Simak Video "InJourney Transformasi Mandalika, Ajang Balap Internasional Jadi Katalis Pertumbuhan Ekonomi dan Nasional Branding"


(dpw/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork