Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, mengkritik keras Presiden AS Donald Trump. Obama menilai kini hampir semua barang karena keputusan Trump berperang dengan Iran.
Dilansir dari detikNews, Obama menyatakan perang Iran merupakan "alasan mengapa harga hampir semua barang mengalami kenaikan".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iran tidak memiliki senjata nuklir karena saya telah menetapkan sebuah kesepakatan yang diakui oleh semua pihak mampu mencegah mereka memperoleh senjata nuklir. Dan saya tidak perlu meluncurkan satu pun rudal untuk mencapainya. Saya hanya perlu melakukan diplomasi," kata Obama dalam kampanye di Ohio menjelang pemilihan paruh waktu AS.
"Saat ini, Iran memiliki hak veto atas Selat Hormuz, jalur yang dilalui minyak untuk didistribusikan ke pasar dunia," ujar Obama.
Obama mengatakan perang AS vs Iran yang menyebabkan harga minyak naik. Akibatnya, hampir semua barang kini naik harganya.
"Inilah alasan mengapa harga minyak naik. Inilah alasan mengapa harga bahan bakar diesel naik. Inilah alasan mengapa harga hampir semua barang mengalami kenaikan," tegas Obama.
Sebagai informasi, Iran setuju untuk membatasi pengayaan uranium dan bersedia menerima inspeksi sebagai imbalan atas pelonggaran sanksi. Persetujuan itu dilakukan antara Obama dan Iran pada 2015.
Persetujuan Obama dengan Iran secara resmi disebut sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Namun, Trump menarik diri dari JCPOA pada 2018, selama masa jabatan pertamanya.
Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini!