Kopi Flores Diusulkan Jadi Kopi Resmi di KTT G20

Djemi Amnifu - detikBali
Kamis, 19 Mei 2022 09:13 WIB
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dengan bangganya mempromosikan kopi kas yang diproduksi di Ende, dan dipamerkan saat kunjungan kerjanya ke Moni, Kabupten Ende, 11 April 2022.
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dengan bangganya mempromosikan kopi kas yang diproduksi di Ende, dan dipamerkan saat kunjungan kerjanya ke Moni, Kabupten Ende, 11 April 2022. (Foto: istimewa)
Kupang -

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), secara resmi mengusulkan kepada Pemerintah Pusat memasukkan produk Kopi Flores sebagai kopi resmi pada gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Bali dan Labuan Bajo-NTT.

Permintaan orang nomor satu di NTT ini disampaikan melalui bersurat yang ditujukan kepada Menteri Perdagangan RI bernomor BU:004.1/01/Perindag/2022 tertanggal 12 Mei 2022 yang diperoleh detikBali, Kamis (19/5/2022)

Dalam surat resmi tersebut, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat memohon kepada pemerintah pusat agar Kopi Flores-NTT diperkenankan menjadi kopi resmi event G20 nanti.


Adapun surat gubernur ini mengacu pada surat Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Manggarai nomor: 008/Kadin/MGR/V/2022 tanggal 11 Mei 2022 perihal Permohonan Kopi Indikasi Geografis (IG) Flores-NTT menjadi kopi resmi event G20.

Masih di dalam surat yang berlogo Gubernur NTT dan ditandatangani oleh Viktor Bungtilu Laiskodat itu, dirincikan ada tiga point penting mengapa Kopi Flores diperjuangkan menjadi kopi resmi dalam forum yang akan dihadiri oleh para pemimpin negara-negara besar di dunia itu.

Fakta-fakta yang dijadikan pertimbangan seperti pertama, Kopi Flores-NTT telah mendapatkan Sertifikat Indikasi Geografis (SIG) dari Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia Republik Indonesia.

Sedangkan poin kedua sebagaimana angka satu di atas Kopi Flores-NTT dimaksud adalah; Kopi Arabika Flores Bajawa (KAFB), Kopi Arabika Flores Manggarai (KAFM) dan Kopi Robusta Flores Manggarai (KRFM).

"Sehubungan dengan akan dilaksanakannya kegiatan G20 di Bali dan Side Event di Labuan Bajo maka Kopi Flores dapat dipakai sebagai Kopi resmi pada kegiatan G20," tulis Viktor Bungtilu Laiskodat.

Ibarat gayung bersambut, Bank NTT sebagai bank kebanggaan masyarakat NTT yang selama bertahun-tahun giat menggenjot potensi UMKM, langsung bergerak cepat mempersiapkan semua yang dibutuhkan.

Pemberdayaan UMKM

Untuk diketahui, Bank NTT saat ini sedang fokus pada pemberdayaan UMKM. Salah satu contohnya, dalam program Festival Desa Binaan yang tahun ini adalah tahun kedua pelaksanaannya.

Bank NTT memfasilitasi setiap desa melalui Bumdes atau unit usaha lainnya untuk mempromosikaan potensi unggulan yakni kopi maupun aneka produk lain.

Yang membanggakan dari proses ini adalah, Bank NTT bekerjasama dengan Kakanwil Kemenkum HAM NTT untuk memfasilitasi hak atas kekayaan intelektual, indikasi geografis serta sertifikasi halal.

Bank NTT juga memfasilitasi pembuatan narasi secara digital dari setiap produk unggulan sehingga siapapun dengan mudah mengakses informasi ini dengan menggunakan smartphone. Dari sisi pemasaran, Bank NTT melalui setiap cabang, mendorong UMKM untuk menjual produknya di marketplace yang tersedia.

Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho menegaskan bahwa sebagai bank daerah, pihaknya siap mendukung langkah yang sedang ditempuh oleh Pemerintah Provinsi NTT.

"Langkah mencintai produk sendiri yang ditempuh oleh bapak Gubernur NTT berdampak sangat positif sekali bagi kebangkitan dan kesinambungan ekonomi NTT khususnya dalam skala UMKM, dengan sikap dan gerakan ini, semua stake holder yang menjadi rantai perputaran ekonomi skala UMKM juga harus berani berbenah produksi, kualitas, harga yang wajar, keragaman produk serta persaingan produk yang sehat dan kompetitif di pasar," ungkapnya.



Simak Video "Momen Penggerebekan Kopi Pangku yang Lagi Marak di Gresik"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/kws)