detikBali

Danantara Rampingkan BUMN, 290 Perusahaan Sudah Ditutup

Terpopuler Koleksi Pilihan

Danantara Rampingkan BUMN, 290 Perusahaan Sudah Ditutup


Heri Purnomo - detikBali

Menteri Hilirisasi dan Investasi Rosan Roeslani, Kamis (18/6/2026).
Rosan Roeslani. (Foto: Firda/detikcom
Denpasar -

Danantara telah menutup sekitar 290 perusahaan BUMN sebagai bagian dari upaya merampingkan jumlah perusahaan pelat merah. Hingga akhir tahun, jumlah BUMN ditargetkan tersisa sekitar 300 perusahaan.

CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), mengatakan penutupan dilakukan melalui sejumlah langkah, mulai dari divestasi, merger, likuidasi, hingga konsolidasi vertikal.

"Per hari ini memang kita sudah menurunkan jumlah sekitar 290 perusahaan yang sudah kami tutup dengan divestasi, dengan kita melakukan merger, likuidasi, konsolidasi vertikal dan lainnya," ujar Rosan dalam konferensi pers RAPBN & Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (14/8/2026), dikutip dari detikFinance.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Rosan, salah satu langkah yang dilakukan adalah menggabungkan perusahaan asset management yang sebelumnya dimiliki secara terpisah oleh masing-masing bank dan institusi keuangan BUMN. Penggabungan dilakukan untuk meningkatkan efisiensi.

ADVERTISEMENT

"Kemudian juga kita terus menggabungkan baik itu rumah sakit, hospitals. Kurang lebih kita, setelah kita gabungkan ini kita punya ada 137 hotel, itu juga kita gabungkan," terangnya.

Rosan mengatakan proses streamlining masih terus dilakukan. Targetnya, hingga akhir tahun jumlah BUMN bisa ditekan menjadi sekitar 300 perusahaan.

Rosan mengakui proses tersebut tidak mudah. Namun, ia meyakini target itu dapat diselesaikan. Dengan jumlah BUMN yang lebih ramping, pemerintah berharap dapat menciptakan efisiensi, meningkatkan produktivitas, dan mengoptimalkan aset-aset yang ada.

"Target memang pada akhir tahun ini kita bisa mencapai kurang lebih 300 perusahaan BUMN pada akhirnya," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di detikFinance. Baca selengkapnya di sini!



(dpw/dpw)









Hide Ads