Sempat Mengungsi, 52 Warga Mareje Dapat pendampingan Psikologi

Tim detikBali - detikBali
Minggu, 08 Mei 2022 02:15 WIB
Pelayanan kesehatan yang digelar Polda NTB bagi warga Desa Mareje, Lembar, Lombok Barat.
Pelayanan kesehatan yang digelar Polda NTB bagi warga Desa Mareje, Lembar, Lombok Barat. (Foto : IST)
Lombok Barat -

Pelayanan kesehatan dan psikologi diberikan kepolisian kepada warga Desa Mareje, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat yang terkena dampak konflik sosial.

Total ada sebanyak 52 warga yang mendapat pelayanan kesehatan dan pendampingan psikologi.

Puluhan warga yang mendapat pelayanan ini adalah warga yang sempat mengungsi saat konflik sosial yang berujung pembakaran 6 rumah warga di Desa Mareje pecah saat malam takbiran beberapa waktu lalu.


Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda NTB Kombespol Artanto mengatakan, Bidang Kedokteran Kesehatan (Biddokkes) Polres Lombok

Barat bersama tim kesehatan dari Puskesmas Jembatan Kembar memberikan pelayanan kesehatan.

Pelayanan kesehatan kata Artanto diberikan khusus bagi para lannjut usia (lansia) dan anak-anak.

Selain pelayanan kesehatan, pihak kepolisian juga memberikan pendampingan psikologi.

"Melalui pelayanan (kesehatan dan pendampingan psikologi) ini, kami ingin memastikan kondisi warga tetap baik dan sehat,"terang Artanto.

Bahkan, program pelayanan kesehatan ini akan berlanjut dengan bekerja sama dengan pemerintah.

"Hasil pemeriksaan kesehatan, sebagian besar hanya mengeluhkan pegal-pegal, nyeri sendi dan sakit kepala," ungkapnya. (*)



Simak Video "Perjalanan Panjang Amaq Sinta Melawan Begal"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/dpra)