Tradisi Pengerupukan di kawasan Patung Catur Muka Denpasar menjadi salah satu spot favorit. Selain bagi masyarakat Bali, acara pawai ogoh-ogoh di lokasi ini juga menarik perhatian wisatawan mancanegara.
Sergio, wisatawan asal Rusia, datang ke Bali bersama istrinya untuk berlibur selama tiga minggu. Ia sudah mengetahui tradisi Pengerupukan dan sengaja datang untuk menyaksikannya secara langsung.
"Saya melihat banyak kerja keras yang telah dilakukan. Semua terlihat indah, berbahaya, dan menakutkan. Ini benar-benar sebuah mahakarya dari figur-figur ini," ujar Sergio, Rabu (17/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini merupakan kali kedua Sergio berkunjung ke Indonesia. Menurutnya, Pengerupukan sangat indah dan membuatnya ingin kembali menyaksikan acara serupa di lain kesempatan.
"Saya ingin melihat lagi acara seperti ini. Karena acaranya sangat indah, sangat menarik. Meski kadang-kadang agak sakit napas sedikit karena asap flare, tetapi bagaimanapun, acaranya sangat indah," jelas Sergio.
Selain itu, Mike, wisatawan asal Amerika Serikat (AS), juga mengaku sengaja datang untuk menyaksikan Pengerupukan. Ia takjub dengan kreativitas pembuatan ogoh-ogoh sehingga membuat banyak orang datang untuk melihatnya.
"Sangat kreatif, banyak orang datang," katanya singkat.
Menurut Mike, ogoh-ogoh berukuran besar menjadi daya tarik utama yang membuatnya takjub. "Semua patung yang besar," ungkapnya.
(hsa/hsa)