detikBali

Masalah Air, Petani di Kupang Luka Parah Dibacok

Terpopuler Koleksi Pilihan

Masalah Air, Petani di Kupang Luka Parah Dibacok


Yufengki Bria - detikBali

Ilustrasi pembacokan, ilustrasi penebasan, ilustrasi penikaman. (AI)
Foto: Ilustrasi pembacokan. (AI)
Kupang -

Seorang petani bernama Hendrik Alfonsus Lay (55) mengalami luka parah di bagian tangan kirinya setelah dibacok oleh seorang pria, Hamza Suprapto. Insiden itu terjadi di area persawahan Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 14.00 Wita.

"Betul, korban dibacok oleh terlapor yang merupakan seorang wiraswasta," ujar Kasi Humas Polres Kupang Ipda Lalu Randi Hidayat kepada detikBali, Kamis (1/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Randi menuturkan kasus itu berawal saat Hendrik hendak pergi ke sawah untuk melakukan pengairan ke dalam sawahnya. Kala itu, ia melihat Hamza sedang duduk di atas pematang sawah sembari mengaliri air ke sawah.

Melihat hal itu, Hendrik lantas menanyakan alasan tersebut. Sebab, air tersebut dialiri menggunakan motor air miliknya. Namun, Hamza mengaku tak tahu. Hal itu membuat Hendrik naik pitam hingga terjadinya pertengkaran.

ADVERTISEMENT

Tak terima dimarahi, Hamza lantas bergegas mengambil sebilah sabitnya di dalam jok motornya lalu membacok Hendrik di bagian siku tangan kirinya hingga terluka parah.

"Korban mengalami luka robek 13 jahitan dan memar," tutur Randi.

Selanjutnya, kasus tersebut dilaporkan ke Polres Kupang untuk diproses hukum. Laporan itu teregistrasi dalam laporan polisi nomor LP/B/391/IX/2026/SPKT/Polres Kupang/Polda NTT/ tentang Dugaan Tindak Pidana Penganiayaan.

"Jadi untuk perkembangan kasusnya, itu kami sudah ambil tindakan dengan memeriksa korban dan terlapor," pungkas Randi.



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads