Ginjal mempunyai tugas yang cukup kompleks. Organ ini berfungsi untuk menyaring limbah dan cairan berlebih dari darah, menyeimbangkan mineral penting seperti natrium dan kalium, serta memainkan peran penting dalam mengatur tekanan darah.
Apa pun yang dikonsumsi tubuh bisa memengaruhi kesehatan ginjal, termasuk asupan minuman. Ada minuman terbaik untuk ginjal, apalagi setelah makan malam. Minuman itu adalah air putih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari detikHealth, air putih menjadi minuman terbaik untuk kesehatan ginjal karena menghidrasi tubuh tanpa gula, kalori, atau natrium. Kandungan tersebut diketahui bisa merusak ginjal.
Sebagai sistem penyaringan, ginjal bekerja paling baik saat tubuh terhidrasi. Penelitian menunjukkan hidrasi yang tepat bisa membantu ginjal membuang limbah melalui urine. Minum air, terutama di malam hari sebelum tidur, menjadi salah satu cara penting untuk mencegah batu ginjal.
Ahli diet, Kelly L Burgess, mengatakan hidrasi yang cukup menekan vasopresin, yakni hormon yang memberi tahu ginjal untuk menghemat air. "Kadar vasopresin yang terus meningkat dapat memberikan beban tambahan pada ginjal," katanya.
Saat bersantai di malam hari, tubuh biasanya tidak membutuhkan tambahan elektrolit dan kalium yang terdapat dalam banyak minuman penambah hidrasi. Air putih juga bebas kafein dan tidak akan mengganggu kualitas tidur.
Para ahli merekomendasikan beberapa kiat untuk mendapat manfaat maksimal dari minum air putih di malam hari. Upayakan minum air hangat agar dapat membantu tubuh lebih rileks sebelum tidur sehingga memudahkan untuk terlelap. Usahakan minum sekitar 8-16 ons atau 237-473 ml air antara makan malam dan waktu tidur.
Meski demikian, kebutuhan hidrasi setiap individu berbeda-beda. Jika sering buang air kecil di malam hari menjadi masalah, minum setidaknya 1-2 jam sebelum tidur.
Ahli gizi, Erin Jowett, menyarankan untuk menambahkan buah utuh, buah sitrus, atau jus cranberry tanpa pemanis untuk menambah rasa.
Bagi pengidap penyakit ginjal kronis stadium lanjut, gagal jantung, atau sedang menjalani dialisis, konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan sebelum meningkatkan asupan air secara signifikan. Sebab, kondisi-kondisi ini bisa mempersulit ginjal membuang cairan berlebih sehingga berpotensi menyebabkan penumpukan cairan.
Artikel ini telah tayang di detikHealth. Baca selengkapnya di sini!