Sebuah video memperlihatkan dugaan intimidasi terhadap pengemudi ojek online (ojol) oleh dua pria berompi diduga tukang ojek pangkalan (opang) terekam kamera dan viral di media sosial. Aksi cegat yang diwarnai gertakan ancaman senjata api ini terjadi di Jalan Pantai Batu Bolong, Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali.
Video tersebut diunggah oleh akun Instagram milik sang driver, @omgrabbali, pada Kamis (3/9/2026). Dalam rekaman kamera 360 derajat tersebut, kedua oknum opang diduga tak terima ada ojol yang mengambil penumpang di wilayah yang mereka anggap sebagai zona merah atau radius larangan ojol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka pun mendesak driver untuk menjemput penumpang jauh di luar kawasan tersebut. Namun, peneguran itu diiringi nada pengancaman. Dalam rekaman berdurasi 1 menit 39 detik, pengemudi ojol diminta untuk pergi dari lokasi tersebut, tepatnya di pertigaan menuju Pantai Bolong Canggu.
Meski tukang ojol mengaku tidak tahu dan sudah menyampaikannya, dua orang tukang opang tetap tak terima dan justru mengadang driver ojol yang hendak pergi. Mereka menyadari situasi tersebut terekam kamera. Satu pria yang masih duduk di atas motor, menyebut ojol itu sedang nge-report dan diminta menghapus videonya.
"Misi ya Pak. Berarti saya jalan kan. Iya, abangnya misi (permisi) dulu," ucap ojol yang masih dihalangi tukang ojek pangkalan.
Situasi kian memanas saat salah satu pria melontarkan gertakan verbal.
"Kamu mau ditembak ini apa? Aku bawa pistol," gertak pria tersebut sambil mengadang motor.
Pengemudi ojol meresponsnya santai, "Nembak apa?"
Aksi cegat itu baru terhenti setelah calon penumpang yang merupakan wisatawan pria asing menghampiri dan membela sang driver. "Hei bro, biarkan dia pergi!" seru turis tersebut menyuruh kedua pria itu melepaskan pengemudinya.
Setelah naik ke atas boncengan, turis asing itu melampiaskan kekesalannya atas perlakuan intimidatif yang ia saksikan.
"Persetan dengan mereka, bro! Apa masalah mereka? Padahal aku yang memesanmu!" tegasnya di sepanjang jalan.
Postingan video tersebut langsung menuai beragam tanggapan dari netizen yang menyayangkan aksi pencegatan itu karena dinilai mencoreng citra keamanan pariwisata Bali. Sementara itu, pemilik akun @omgrabbali belum memberikan konfirmasi saat dihubungi detikBali sejak Jumat (4/9/2026) malam.
Kapolsek Kuta Utara, Kompol I Ketut Sukadana mengaku sudah menerima informasi tersebut. Namun ia bilang anggotanya masih menyelidiki kejadian itu.
"Anggota masih lidik, nanti tak kabari nggih," tulis Sukadana via pesan WA, Sabtu (5/9/2026) pagi.