Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, kembali mencatat rekor jumlah penonton. Sebanyak 16.000 suporter memadati stadion saat Bali United menjamu PSS Sleman pada pekan perdana Super League 2026/2027, Jumat (4/9/2026) malam.
Jumlah tersebut menjadi rekor baru penonton terbanyak Bali United di Stadion Dipta. Antusiasme tinggi suporter terlihat sejak laga yang mempertemukan Serdadu Tridatu dengan tim tamu tersebut dimulai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, rekor jumlah penonton terbanyak di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada era Liga 1 tercatat saat Bali United menghadapi Persib Bandung pada 7 Januari 2025. Pertandingan tersebut dihadiri 10.868 penonton.
Rekor itu mengungguli catatan sebelumnya, yakni 10.607 penonton ketika Bali United kembali menghadapi Persib Bandung pada 18 Desember 2023.
Atmosfer pertandingan kali ini terasa semakin istimewa karena suporter tim tamu diperbolehkan hadir di stadion. Menyusul regulasi baru yang memberikan kesempatan bagi suporter tim tamu untuk menyaksikan langsung pertandingan tandang.
Pelatih Bali United, Johnny Jansen, mengaku senang dengan atmosfer yang tercipta di Stadion Dipta. Menurutnya, kehadiran suporter tuan rumah maupun tim tamu membuat pertandingan terasa semakin hidup.
"Senang dengan atmosfer ini karena suporter tuan rumah dan tamu hadir. Kami menang dan bisa memberikan hadiah yang setimpal untuk suporter," ujar Johnny Jansen.
Sementara itu, penyerang Bali United, Jort van der Sande, terkejut melihat jumlah suporter yang datang. Menurutnya, atmosfer seperti ini jarang ditemui dalam pertandingan persahabatan.
Ia menyebut biasanya pertandingan friendly match tidak dihadiri banyak penonton. Namun, kali ini ribuan suporter justru memenuhi Stadion Dipta.
"Saya terkejut dengan suporter. Biasanya friendly match tidak ada penonton dan sekarang suporter banyak yang datang. Senang dengan hasil ini, sesuai dengan instruksi," kata Jort.
Di kubu PSS Sleman, pelatih Pieter Huistra juga memberikan apresiasi terhadap kehadiran suporter Super Elang Jawa di Stadion Dipta. Ia menyambut positif regulasi baru yang memungkinkan suporter tim tamu hadir dan memberikan dukungan langsung kepada tim kesayangannya.
"Saya senang bisa melihat suporter Sleman datang bersama ke Stadion Dipta karena regulasi yang baru ini. Kami juga jadi tambah semangat bermain, namun hasil tidak sesuai harapan," ujar Pieter.
Pieter pun menyampaikan permintaan maaf kepada para suporter PSS Sleman atas hasil pertandingan tersebut. Baik kepada mereka yang hadir langsung di stadion maupun yang menyaksikan dari rumah.
"Kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada suporter, baik yang datang ke stadion maupun yang di rumah," imbuhnya.
Membludaknya jumlah penonton hingga 16.000 orang menjadi sinyal positif bagi sepak bola Bali. Kehadiran suporter tuan rumah dan tamu dalam satu stadion juga memperlihatkan potensi atmosfer pertandingan yang semakin semarak seiring penerapan regulasi baru tersebut.