detikBali

Jukir di Munggu Bali Minta Maaf Usai Cekcok dengan Driver Ojol Viral

Terpopuler Koleksi Pilihan

Jukir di Munggu Bali Minta Maaf Usai Cekcok dengan Driver Ojol Viral


Agus Eka - detikBali

IMDA, jukir di sebuah minimarket di Desa Munggu, Badung, minta maaf usai video cekcoknya dengan ojol viral di medsos. (Istimewa)
Foto: IMDA, jukir di sebuah minimarket di Desa Munggu, Badung, minta maaf usai video cekcoknya dengan ojol viral di medsos. (Istimewa)
Badung -

Juru parkir (jukir) di salah satu minimarket di Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Badung, akhirnya minta maaf terbuka usai aksinya berselisih dengan pengemudi ojek online tersebar di media sosial. Jukir berinisial IMDA mengaku salah etika pelayanan dan emosi saat menagih uang parkir di lapangan.

"Saya selaku petugas parkir memohon maaf atas kekeliruan pelayanan kami. Kami siap berbenah karena sebagai manusia pasti ada kekurangan," ujar IMDA dalam video yang diunggah akun medsos Desa Munggu, Rabu (2/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IMDA membuat video permintaan maaf didampingi jajaran desa adat dan pemerintah desa. Ia juga menyebut kesalahpahaman tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

Dalam video itu juga dijelaskan, sistem perparkiran di kawasan Jalan Raya Tanah Lot tersebut berlandaskan regulasi adat yang disepakati tiga desa adat, yang diatur dalam Pararem Bersama Desa Adat Munggu, Kerta Bujangga, dan Pande Nomor 2 Tahun 2025. Kendati demikian, pihak desa adat tetap meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Perbekel Desa Munggu I Ketut Darta memastikan bakal mengevaluasi tata kelola parkir di wilayahnya agar kejadian serupa tidak terulang. "Terima kasih atas masukan netizen. Kami akan berbenah bersama bendesa adat agar Munggu tetap aman dan nyaman bagi pengunjung maupun pelaku usaha," tegas Darta.

Sebelum itu, aksi jukir dan ojol cekcok viral di media sosial perkara pungutan parkir, beberapa waktu lalu. Pengemudi ojol itu sedang mengambil pesanan layanan belanja online (GoMart) tampak meradang akibat ulah oknum petugas parkir yang dinilai menagih uang parkir secara paksa dan arogan.

Menurut pengemudi ojol itu, sistem transaksi resmi pada aplikasi online tersebut tidak membebankan biaya parkir tambahan kepada pihak pengemudi maupun konsumen. Ia menyinggung soal keterangan pihak minimarket yang mengeluhkan penurunan omzet hingga dugaan intimidasi oknum tukang parkir yang diduga membuat pelanggan merasa risih dan enggan berbelanja.

Ketegangan di lokasi makin memuncak ketika si driver meluapkan rasa frustrasinya secara langsung kepada petugas parkir di tempat. Pengemudi tersebut secara tegas mengkritik tindakan sepihak petugas dan menantang keabsahan penagihan uang parkir tersebut.

"Saya Gojek, GoMart, tidak ada tagihan parkir di aplikasi. Kalau memang ada rincian tagihan resmi parkir di aplikasi, saya ikhlas bayar, lima kali lipat pun saya ikhlas bayar," kata pria yang belum diketahui namanya.

Menurutnya, persoalan utama bukanlah nominal uang Rp 2.000, melainkan ketiadaan aturan resmi serta dugaan tindakan intimidatif yang terus berulang terhadap para pengemudi ojol.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads