detikBali

LPA Mataram Ungkap Ada RS Layani Aborsi Ilegal Bertarif Rp 15 Juta

Terpopuler Koleksi Pilihan

LPA Mataram Ungkap Ada RS Layani Aborsi Ilegal Bertarif Rp 15 Juta


Nathea Citra - detikBali

Ketua LPA Kota Mataram Joko Jumadi saat diwawancarai di perayaan HUT ke-17 Dewan Anak Mataram, Selasa (13/5/2025). (Nathea Citra/detikBali)
Foto: Ketua LPA Kota Mataram Joko Jumadi. (Dok. Nathea Citra/detikBali)
Mataram -

Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram tengah mendalami laporan kasus dugaan praktik aborsi ilegal di salah satu rumah sakit di Kota Mataram. Dugaan praktik aborsi ilegal ini terbongkar setelah keluarga korban melapor ke LPA Mataram pekan lalu.

Ketua LPA Kota Mataram, Joko Jumadi, mengungkapkan, laporan dugaan praktik aborsi ilegal ini bermula ketika korban yang masih duduk di bangku SMA itu dihamili oleh pacarnya. Saat korban meminta pertanggungjawaban, pihak keluarga pacar justru membawanya ke salah satu rumah sakit. Biaya dan proses administrasi ditanggung oleh keluarga pacar korban.

"Awalnya korban dihamili oleh pacarnya. Lalu korban minta pertanggungjawaban, tapi oleh keluarga pacarnya malah dibawa ke rumah sakit itu, dan dibiayai untuk aborsi," kata Joko saat dikonfirmasi detikBali, Minggu (30/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Joko menuturkan berdasarkan pengakuan korban dan keluarganya ke LPA Mataram, peristiwa dugaan praktik aborsi ilegal tersebut terjadi saat korban duduk di bangku kelas 3 SMA. Usia korban saat itu kurang dari 18 tahun.

ADVERTISEMENT

"Keluarga korban ini baru tahu, sekitar sebulan lalu. Dan (langsung) melaporkan ke LPA," jelas Joko.

Joko menyebut, usia janin korban yang diaborsi saat itu berusia dua bulan. Proses aborsi ilegal tersebut diduga dilakukan di salah satu rumah sakit swasta di Kota Mataram. "Rumah sakit swasta. (Dokternya) laki-laki," ungkap Joko.

Berdasarkan laporan korban tarif aborsi ilegal tersebut mencapai Rp 15 juta. "Tarifnya Rp 15 juta. (Awalnya) korban dikasih obat, lalu pendarahan, kemudian dikuret," terangnya.

"Saat ini korban sudah fit. Korban ada di rumah aman. Saat ini kami tengah mengalami korban-korban lain. Karena dugaan kita cukup banyak. Ini kan praktik cukup lama," tandasnya.



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads